Minggu, 23 Agustus 2015

H a b i t a t

Lima belas atau sepuluh tahun lalu, begitu lazim senioritas dipakai sebagai dasar untuk menduduki jabatan strategis, naik pangkat dan naik gajinya seseorang. Namun sekarang, bila ada organisasi yang menaikkan jabatan seseorang semata karena lamanya masa kerja, tentu saja bisa kita katakan ketinggalan jaman, bahkan membahayakan bagi organisasi. Konsep ‘Performance & Competency Based’, kita tahu, memang sangat masuk akal. Namun, merubah kebiasaan lama  tentu saja menjadi tantangan tersendiri. Di sebuah lembaga tinggi negara, program implementasi ‘performance based culture’ ini membuat mayoritas karyawan resah dan merasa terancam. Bagaimana tidak, karyawan sudah terbiasa naik pangkat secara otomatis. Alhasil,  upaya untuk mendorong karir pun lebih banyak diarahkan pada hubungan baik dengan atasan, berpolitik ataupun meraih  gelar pendidikan lebih tinggi.



Banyak yang berasumsi bahwa situasi ini hanya terjadi di lembaga milik pemerintah. Bagaimana dengan perusahaan swasta? Kita bisa lihat bersama bahwa banyak sekali perusahaan swasta yang diam-diam dengan cepat sudah memasuki fase ‘mapan’, mencetak laba yang lumayan dan bisa menikmati kemajuan perusahaan tanpa harus susah payah memeras keringat lagi. Terlepas dari usia karir ataupun usia seseorang, seorang profesional bisa mudah terlena dan mulai tidak memacu dirinya untuk berkembang lagi. Bagaimana kalau hal ini terjadi pada kebanyakan orang? Tentu saja kita akan menyaksikan kultur perusahaan yang berkembang tidak sehat, tidak produktif, suasana kerja pun biasanya tidak nyaman lagi.

Di tingkat organisasi, hal yang paling nyata terlihat adalah lemahnya pengembangan produk dan sistem baru sebagai hasil inovasi. Sementara, di tingkat individu, biasanyanya orang-orang sibuk berpolitik, asyik mencari sasaran gosip, suka ‘cuci tangan’ dan merasa aman untuk tidak terlibat. Di sebuah perusahaan terdengar keluhan :”Jenjang karir di perusahaan ini tak jelas. Orang tidak tahu kapan dia naik pangkat”. Padahal di perusahaan tersebut sangat terlihat kesulitan orang untuk mengambil tantangan yang lebih berat, pekerjaan yang lebih menantang, apalagi  mau berkorban untuk perusahaan.  Akankah kita membiarkan wabah ini tumbuh subur dan menggerogoti ‘habitat’ kita?

Buat Apa Saling Menyalahkan?
Kita bisa saksikan bahwa orientasi paternalistik akan tumbuh subur bila dalam organisasi individunya sudah malas bekerja keras, tidak lagi menunjukkan ‘sense of belonging’ maupun akuntabilitas yang nyata. Apa maksudnya? Individu akan menatap ke atas, menunggu perintah dan membebankan tanggung jawab sebesar-besarnya pada atasan dan manajemen. Segala macam kebijakan atau perubahan yang perlu dijalankan biasanya akan berjalan dengan alot. Pertanyaannya, apakah kita sebagai bawahan memang menginginkan tanggung jawab yang sedikit? Apakah kita memang merasa aman dan nyaman, walaupun  tidak dilibatkan? Apakah dalam karir kita memang kita tidak memilih bersusah susah untuk belajar?

Kita bisa sama-sama menyaksikan bahwa organisasi yang berisi individu seperti diatas  tidak mungkin awet muda karena tidak bisa lagi mengandalkan kemampuan, semangat dan spirit timnya. Paling-paling kreativitas dan kecermatan pemimpinnya yang bisa membuat organisasi ini survive. Sebaliknya, tanpa pemimpin yang baik, organisasi akan melempem. Hal yang biasanya tidak terhindarkan adalah main tunggu-tungguan dan saling menyalahkan antara manajemen puncak dan bawahan untuk membenahi organisasi. Fenomena salah-menyalahkan dan mencari kambing hitam ini bisa kita lihat terjadi di mana-mana, karena inilah yang paling mudah dilakukan. Karyawan di tingkat bawah paling mudah mencela pimpinan puncak, tentang kebiasaannya yang suka marah, keputusan yang berubah-ubah atau kesibukan pimpinan mengurusi hal-hal sepele alias “micro-management”. Sementara, pimpinan frustasi dengan anak buah, karena bawahan tidak bersedia berkinerja all out”.  Tempat kerja menjadi habitat yang tidak nyaman lagi.

Individu yang punya semangat maju, biasanya menyadari bahwa dalam diri kita masing-masing ada power untuk menyelesaikan masalah. Tidak harus menunggu atasan, kita pun punya kontribusi untuk membuat situasi organisasi jadi lebih kondusif. Sikap yang sangat penting juga untuk disuburkan dalam diri dan lingkungan kerja adalah menyimak, bertanya dan mendengar. Bagaimana kita akan sampai pada pemecahan masalah bila belum-belum kita sudah memberi penilaian, mengambil kesimpulan, bahkan langsung memberi nasehat, padahal akar masalahnya dan pokok persoalannya belum tersentuh?

Konsisten Berkomunikasi Positif
Seorang teman saya mengaku ‘shock’ saat masuk ke sebuah perusahaan baru. Ia mengeluhkan betapa semua orang seolah siap menerkam dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan tajam. Ketakutan tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan, membuatnya sibuk mendalami tugas yang dihadapinya dan selalu memasang antena untuk menganalisa apa yang sedang dilakukan. Beberapa bulan kemudian, saya bertemu dengannya dalam kondisi yang begitu berbeda. Ia terlihat bersemangat dan tampak begitu siap untuk merangkul tanggung jawab yang lebih besar. Para profesional yang bermental sehat, pastilah mendambakan lingkungan seperti ini. Lingkungan yang memberi tantangan, fair, memberi kesempatan dan peluang untuk mengembangkan potensi.

Bisa jadi kita seringkali tidak sadar bahwa menyuburkan budaya dan habitat yang ‘sehat’ hanya bisa terjadi dari komunikasi yang positif dari ruang-ruang rapat sampai kantin perusahaan. Pendekatan  yang tampaknya sederhana ini, ternyata tidak banyak dimiliki orang secara konsisten.  Teman-teman saya, sesama manajer, bisa dengan akrab makan bersama di kantin dengan anak buah dan rekan, bercanda, saling olok, namun tetap tidak bisa mempersuasi mereka untuk menyetujui perubahan yang ia ingin lakukan. Jadi, hubungan yang ‘friendly’ belum tentu kondusif.


Sebenarnya tidak selalu harus memikirkan program “breakthrough” yang canggih dan mahal untuk mengembangkan iklim kerja kondusif. Dengan menghilangkan sikap negativistik sebetulnya kita bisa sekali membawa aura positif dalam tim dan organisasi kita. Tentu saja kita perlu belajar berekspresi positif dalam setiap kesempatan, sehingga fakta yang tidak menyenangkan dan kabar buruk bisa kita kelola menjadi tantangan untuk membakar spirit individu dan tim. Orang yang konsisten menyampaikan “magic words” dalam berkomunikasi, berkata: “Kita pasti bisa”, “Kita cari cara lain”, “kita coba...”, akan senantiasa diterima dalam lingkungan paling sulit sekali pun. (Expert : ES&SS)

Jumat, 21 Agustus 2015

Komunikasi Positif Meningkatkan Kinerja

Komunikasi yang baik dapat menciptakan dan memelihara kerjasama yang baik, sebaliknya komunikasi yang tidak berlangsung secara efektif dapat menjadi sumber konflik dalam organisasi. Oleh karena itu komunikasi yang efektif merupakan prasyarat dasar tercapainya tujuan organisasi yang telah ditentukan.



Dalam organisasi, komunikasi yang paling banyak terjadi adalah antara seorang atasan dengan bawahannya. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sehari-hari, baik komunikasi yang diprakarsai oleh atasan maupun bawahan.

Agar komunikasi tersebut berjalan lancar masing-masing pihak perlu memperhatikan aspek yang terkait, sebab tujuan komunikasi adalah meningkatkan prestasi kerja. Maka seharusnya kumunikasi dimaksud tidak untuk menyerang atau menjelekan yang bersangkutan, melainkan ditujukan kepada segi-segi pelaksanaan tugas. Dengan demikian, bawahan akan apresiasi terhadap atasan karena mempunyai  itikad baik.

Informasi yang disampaikan dalam komunikasi hendaknya bersifat spesifik, sehingga dapat dipahami yang bersangkutan. Informasi yang bersifat umum akan menimbulkan berbagai interpretasi yang justru menciptakan masalah baru. Informasi yang disampaikan juga harus bersifat deskriptif bukan evaluatif, sebab informasi yang bersifat deskriptif dinilai lebih  obyektif. Sedangkan informasi yang bersifat evaluatif diwarnai oleh pertimbangan-pertimbangan subyektif, sehingga sulit diterima.

Dalam hal atasan memberitahukan kelemahan bawahan, harus disertai solusi permasalahan yang dihadapi. Sehingga bawahan merasa dibimbing, dilindungi dan dibantu tugasnya. Informasi mengenai sesuatu hal hendaknya secepatnya disampaikan, sehingga yang bersangkutan segera melakukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Hal ini menimbulkan kesan bekerja cepat dan memperhatikan kepentingan orang lain.

Atasan sejauh mungkin memperhatikan kesediaan atau kepentingan bawahan, apabila akan memberikan tugas. Agar bawahan merasa diperhatikan harkatnya dan tidak diperlakukan semena-mena, serta dapat meningkatkan motivasi dalam bekerja. Perintah atau umpan balik harus disampaikan dengan bahasa yang jelas dan simpatik untuk mengurangi terjadinya interpretasi yang berbeda dan mencegah distorsi. Pemahaman dapat merupakan syarat penting bagi berfungsinya komunikasi secara efektif.

Informasi hendaknya dapat dipercaya, agar tidak terjadi respon yang salah. Antara atasan dan bawahan harus saling percaya mempercayai, sehingga komunikasi berlangsung tanpa kecurigaan dan penuh kerjasama. Kesamaan persepsi atasan dan bawahan sangat penting demi terciptanya komunikasi, perbedaan persepsi cuma menghasilkan tindakan yang tidak perlu.

Dalam komunikasi antara atasan dan bawahan, tidak seharusnya menonjolkan status yang lebih tinggi, guna menghindari perasaan kensenjangan. Sebab komunikasi sangat tergantung pada perilaku dan pengertian semua pihak. Perhatian yang lebih besar perlu diberikan kepada bawahan dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikannya, latar belakang sosial, pengalaman dan beban tugas yang dipikul. Yang tercermin dari dirinya pada persepsi, sikap, tindak tanduk dan perilaku yang bersangkutan. Komunikasi seperti ini dapat mempengaruhi perilaku motivasi bawahan secara positif, bahkan dapat mengubah dalam meningkatkan prestasi yang bersangkutan.

Di Bank Indonesia sendiri umumnya komunikasi telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat hal-hal yang perlu mendapat perhatian, terutama komunikasi dua arah. Sebab dalam kegiatan seharihari komunikasi dua arah yang terjadi cenderung didominasi komunikasi vertikal dari atas kebawah melalui perintah, instruksi, petunjuk, nasehat, teguran. Kalaupun terjadi komunikasi dari bawah keatas, perannya sangat terbatas. Hanya berkisar  dalam bentuk laporan, itu pun kadang-kadang kurang mendapat tanggapan dari pihak atasan.

Pihak atasan sebenarnya menyadari pentingnya arti komunikasi dua arah, bahkan pada setiap kesempatan selalu dianjurkan adanya komunikasi dua arah tersebut. Namun karena kesibukan atasan, maka proses komunikasi dari bawah keatas kurang berjalan lancar, sehingga kehilangan maknanya. Hal lain komunikasi yang diprakarsai bawahan tidak mendapatkan yang diharapkan, karena yang disampaikan cenderung berbunyi ASAL BAPAK SENANG (ABS). Ini disebabkan karena atasan selalu menunjukan bahwa ia tidak senang menerima infomasi yang kurang menguntungkan.


Kadang-kadang dijumpai komunikasi atasan dengan bawahan terasa kaku dan terbatas, pihak bawahan enggan membantah dengan menyampaikan informasi yang sebenarnya, serta tak bersedia mengambil keputusan yang beresiko. Hal demikian tentu tidak mengakibatkan terjadinya komunikasi yang baik, pada akhirnya hanya akan merugikan pihak-pihak yang bersangkutan dan merugikan lembaga secara keseluruhan.

Dari berbagai hal tersebut diatas, sudah seharusnya atasan melakukan introspeksi dirinya sendiri dan melakukan analisa terhadap bawahannya mengenai strength, weakness, opportunity dan threat dari bawahannya. Introspeksi ini ditujukan untuk meneliti profile motivasi diri sendiri maupun bawahan, guna melakukan self assessment. Sehingga pada akhirnya akan menghasilkan dorongan yang kuat untuk mencapai kesuksesan dengan cara yang baik dan benar.


Kamis, 20 Agustus 2015

Main Gaple Ajang Silaturahmi

Kalau sudah lama nggak ketemu teman, kangen dan pengen haha..hihi..sambil bergurau ngomongin batu akik dan perkembangan ekonomi, ngumpul sambil ngerumpi adalah solusinya. Tapi ngumpul saja kalau cuma ngobrol kayaknya nggak seru, makanya biar tambah asyik dan menghasilkan hal baik, disarankan harus ada aktifitas positifnya. Misalnya mengadakan sebuah permainan yaitu main gaple bukan gaplek.



Permainan gaple dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan alat yang terbuat dari kertas, berupa kartu gaple. Atau dari batu berupa kartu gaple yang terbuat dari bahan plastik, biasanya dimainkan saudara kita di daerah Pulau Sumatera. Jumlah pemainnya yang ideal adalah empat orang.



Gaple adalah permainan segala lapisan masyarakat, mulai dari yang muda sampai yang tua, mulai dari yang nggak punya samapai kaum the haves. Gaple ini sangat popular dikalangan kaum BEGADANGERS, sebab sangat membantu orang-orang yang ingin melek di tengah malam. Makanya biasanya yang lihai main gaple adalah Hansip, Satpam atau orang-orang yang mendapat giliran ronda malam. Teman permainan gaple yang paling akrab adalah kopi hitam dan rokok plus gorengan, jika tiga elemen ini bergabung niscaya malam hari tak membuat pemainnya ngantuk.



Namun fenomena gaple di Bank Indonesia nggak sama dengan kondisi yang ada di masyarakat, terbukti dari juara turnamen permain gaple yang diadakan dalam rangka memperingati HUT Proklamasi  kemerdekaan RI dalam beberapa tahun terakhir, selalu dimenangkan oleh peserta yang beranggotan bukan Satpam, dan mereka juga bukan kaum tua,tapi kaum muda yang kompetitif.



Mereka pintar dan pandai memainkan gaple bukan karena mereka suka begadang, namun karena memang kaum muda di BI mengandalkan kecerdasan dalam bermain. Sehingga strategi yang diterapkan menjadi amat susah untuk ditebak atau dikalahkan. Padahal lawan-lawannya merupakan peserta yang ulet dan berpengalaman.



Turnamen gaple tahunan di BI ini juga merupakan ajang silarurahmi, berbagai level Pegawai. Sebab pesertanya bukan hanya Pegawai yang masih aktif namun Pegawai yang telah pensiun pun ikut bermain. Salah satunya adalah Bapak P Suarlembit, beliau mejalani masa pensiun sejak tahun 1994, saat ini usianya sudah 77 tahun. Alhamdulilah sampai usia demikian beliau masih dapat mengikuti kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke 70.


Kamis malam kemarin turnamen gaple ini selesai dilaksanakan, Taufik  H Fikke selaku ketua Panitia Bidang Gaple mengumumkan juara 1 untuk tahun 2015 ini adalah Bidang Kuning, Bidang Biru juara 2, sedangkan Bidang Orange juara 3.


Rabu, 19 Agustus 2015

Air Kelapa

Kelapa merupakan tanaman serbaguna, mulai dari puncak daun tertinggi hingga bagian akarnya, dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan Apalagi air kelpa muda , sejak dahulu kala dipercaya mampu membawa manfaat bagi kesehatan. Agar selalu sehat siapapun disarankan untuk mengkonsumsinya, terlepas dari berbagai mitos yang beredar di masyarakat luas, air kelapa ternyata dapat mengobati berbagai macam penyakit.

Pengganti Cairan Tubuh. Air kelapa banyak dikenal sebagai pengganti mineral dan cairan tubuh yang hilang. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengkonsumsi air kelapa jika anda mempunyai aktivitas yang berat.

Anti Penuaan. Air kelapa muda juga mengandung asam laurat dan sitokin. Dua elemen ini sangat berperan dalam memperbaharui sel-sel tubuh. Artinya, elemen ini akan membantu untuk meminimalkan penuaan kulit dan menyeimbangkan tingkat PH.

Kesehatan kardiovaskular. Air kelapa sangat kaya sekali akan magnesium dan kalium. Hal ini akan sangat membantu bagi orang yang menderita tekanan darah rendah dan mengurangi resiko terkena serangan jantung.

Air kelapa membantu sirkulasi darah dan mencegah terjadinya penyumbatan pada aliran darah. Jika anda meminum air kelapa dengan teratur, dapat membantu kita meningkatkan kolesterol yang baik.

Meningkatkan Metabolisme Tubuh. Salah satu manfaat air kelapa muda adalah membantu kita untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Hal ini bisa terjadi karena air kelapa membantu meningkatkan insulin dalam tubuh, sehingga gula dalam tubuh akan lebih cepat terbakar. Hasilnya anda akan memiliki lebih banak energi dan membakar lemak lebih cepat.

Mencegah Batu Ginjal. Manfaat lain dari air kelapa adalah membantu anda untuk melarutkan batu ginjal karena air kelapa mengandung kalium.

Pencernaan. Air kelapa terdiri dari enzim bioaktif seperti asam folat, fosfatase, katalase, dehidrogenase, diastase, peroksidase, RNA polimerase, dan enzim lainnya. Enzim yang terkandung dalam air kelapa ini sangat membantu proses pencernaan.


Meningkatkan Energi. Selain memiliki nutrisi penting yang berlimpah, air kelapa juga memiliki kandungan gula dan sodium yang sedikit. Selain itu, air kelapa juga memiliki kandungan kalium yang tinggi. Hal ini akan sangat membantu untuk melembabkan dan meremajakan tubuh.

Dehidrasi. Air kelapa banyak di gunakan oleh banyak orang untuk mengatasi dehidrasi yang disebabkan oleh disentri, kolera dan diare. Hal ini disebabkan karena kadar elektrolit dan plasma yang terkandung dalam air kelapa.

Mencegah Kram Otot dan Menguatkan Tulang. Manfaat air kelapa muda yang lain adalah mencegah kram otot. Tingginya kadar kalium pada kelapa dapat mencegah kram otot dan menguatkan tulang.

Menurunkan Berat badan. Air kelapa telah digunakan selama berabad-abad di seluruh dunia untuk menurunkan berat badan dan menunjukkan hasil yang positif.

Mengontrol Diabetes. Jika air kelapa di konsumsi secara teratur, maka akan bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena air kelapa mencegah dan membersihkan plak yang dapat menyebabkan penyumbatan pada aliran darah.

Menetralkan Racun. Air kelapa muda yang masih hijau juga merupakan obat terbaik untuk mengatasi beberapa penyakit seperti menetralkan racun, demam berdarah, disentri dan salah satu cara mengatasi sembelit.(Sumber : Blog Rumah Madu Jogja)



Selasa, 18 Agustus 2015

Banjarmasin Kota Seribu Sungai

Kota Seribu Sungai, adalah julukan Banjarmasin. Sebab dikota ini banyak sekali terdapat sungai, mungkin jumlahnya hampir sama dengan jalan raya yang ada disana. Selain banyak sungai daerah ini juga merupakan daerah gambut yaitu jenis tanah yang berasal dari daun yang membusuk, sehingga jika ada yang ingin mendirikan bangunan maka dia harus menguruk tempat yang akan dijadikan pondasi bangunan tersebut. Selain sungai Banjarmasin terkenal dengan wisata kulinernya yang beraneka ragam.



Saat ini wisata kuliner semakin populer, sebab makin banyak stasiun televisi yang memproduksinya. Apalagi kisah liputan cerita sekitar menu khas daerah, menjadi primadona. Dari kuliner yang semula nggak dikenal orang, diolah oleh host yang cucok kini mendadak menjadi menu yang sangat dicari, terutama kalau sedang berkunjung kesuatu daerah.

Soto Banjar
Di Kota Banjarmasin banyak tempat makan yang menyajikan menu sate dan soto. Sayangnya nggak semua tempat makan itu menawarkan dua menu sejoli ini dengan rasa yang oke. Karena proses pemasakan dengan bumbu yang kurang pas. Soto disini dinamakan Soto Banjar, karena suku mayoritas yang mendiami Kalimantan Selatan, khususnya kota Banjarmasin adalah suku Banjar.



Warung soto yang sangat kondang disini adalah warung soto Bang Amat. Kebetulan siang itu seorang teman merekomendasikan menu sate dan soto yang mantep, katanya datang aja ke Warung Soto Banjar Bang Amat. Lokasi warung ini tepatnya berada  di dekat Jembatan Benua, Pengambangan Sungai Martapura. Meski tempatnya berada dipinggir sungai, tetapi warung ini ramai banget. Hampir semua penduduk yang suka kuliner pasti tahu tempat ini. Lokasi ini juga adalah tempat awal jika kita ingin mengunjungi Pasar Terapung.

Nggak perlu repot-repot mengunyah daging ayam dan sate ayam yang jadi bahan dasar menunya, coz selain nggak berbau amis, daging ayam di tempat ini walaupun itu ayam kampung seratus persen empuk. Kelezatan satenya semakin sedap berkat kombinasi bumbu kacang yang diolah dengan rasa yang khas plus olahan rasa kecap yang terukur, sehingga rasanya agak sedikit manis. Saking larisnya dalam sehari sate ayam terjual sekitar 5000 tusuk, sedangkan untuk soto sehari memerlukan sekitar 100 ekor ayam, bayangin…! berapa tuh omsetnya.



Soto banjar sama sekali nggak bikin eneg, two thumb up guys. Walau baru nyoba sekali pasti langsung kalap..! Sebab kuah soto nggak langsung dicampur ketika dimasak, tetapi bumbu dan rempah-rempahnya seperti kapulaga, kayumanis, cengkeh serta bunga pasir ditumis terlebih dahulu dengan kaldu ayam. Sehingga kuahnya berwarna bening dan sedap betul. Jika yang suka kuah yang agak keruh, itu diberi sedikit susu agar rasanya menjadi lebih gurih. Biar tambah nyamleng kasih limau kuit sejenis jeruk nipis lokal secukupnya dan bumbuhi sambel Banjar yang tersedia, hmmmm…  mak nyosss.

Bagi yang baru pertama kali makan soto banjar, asal tahu aja yang namanya soto banjar itu adalah menu soto yang dihidangkan dengan menggunakan lontong atau ketupat. Jika dihidangkannya dengan campuran nasi, berarti itu bukan soto, itu adalah nasi sop. Bahan dasar sama ayam kampung juga, dimakannya biasanya ditemani oleh bergedel, telur bebek di-suwir, bihun, daung bawang sledri lalu ditaburi bawang goreng.



Soal harga, jangan khawatir. Harga menu di warung ini sangat bersahabat kok. Satu porsi sate ayam yang berisi sepuluh tusuk harganya Rp 15 ribu. Kalau nggak suka kulit atau lemaknya, kita bisa memesan khusus sate dagingnya aja, atau sate rempela ati. Sedang kan satu porsi soto, bisa kita dapatkan dengan harga Rp 17 ribu saja. Mau dinikmati di warung atau dibawa pulang, sama-sama enaknya, kok. Yang penting makannya nggak berlebihan.

Bagi pengunjung yang gemar dengan batu akik, didepan restoran ini ada sebuah gerai penjual batu. Oleh karenanya sehabis mengisi perut dengan menu yang aduhai, mata juga dapat dipuaskan dengan melihat-lihat display batu akik, khususnya jenis red borneo. Batu warna merah yang berasal dari kalimantan.



Dengan penyajian yang khas serta pernak-pernik yang ada, soto Banjar Bang amat ini benar-benar meng-aktualisasikan budaya lokal yang ada. Sehingga kalau sedang berkunjung ke kota Banjarmasin, wajib hukumnya mencoba kuliner ini.

Mesjid Jami dan Makam Pangeran Antasari
Kebetulan pas tiba disana hari Jum’at siang, habis ngisi perut, langsung aku mengajak teman untuk shalat Jum’at. Temanku bilang ayo kita shalat di Mesjid Jami aja katanya, nggak jauh kok.   Makanya kesempatan ini tak ku sia-siakan untuk shalat di Mesjid Jami, salah satu mesjid bersejarah di Banjarmasin. Masjid Jami’ ini disebut juga mesjid Sungai Jingah karena dahulu awalnya dibangun di dekat sungai jingah. 



Bangunannya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi kata kebanyakan orang, dibangun pada tahun 1777 berarsitektur Banjar beratapkan sirap berjenjang 3. Tak jauh dari mesjid ini terdapat tempat pemakaman umum, yang ditengah-tengahnya terdapat alkah (sarean-pemakaman) Pangeran Antasari seorang pahlawan nasional yang berasal dari Banjar. Beliau merupakan tokoh perang Banjar, atau yang lebih terkenal dengan De Bandjermasinche Krijg. Pangeran ini wajahnya selalu dapat dilihat setiap kita menggunakan uang sebagai alat pembayaran, sebab tertera pada uang pecahan 2000an.



Tempat pemakamannya berada dalam sebuah bangunan kecil, berbentuk rumah yang identik dengan rumah orang banjar. Kondisinya sangat terawat dan bersih. Diatas gundukan kuburan tersebut diletakan sebua kain kuning, sebagai tanda bahwa beliau adalah bangsawan dan tokoh yang disegani masyarakat. Disebelah kuburan Pangeran, ada makam permaisurinya yaitu Ratu Zaleha dan beberapa kuburan kerabat beliau. Oh ya kuburan Pangeran Antasari berada ditengah kompleks pemakaman umum kelurahan Surgi Mufti di Banjarmasin Utara.

Lontong ORARI
Belum selesai sampai disitu, malam harinya saat sedang ngobrol temanku bilang tahu “ORARI” nggak..? Ya tahu lah kata orari kan sangat familier ditengah masyarakat. khususnya pengemar radio Citizen Band atau CB. Sehingga semua orang yang diajak bicara mengenai orari, pasti image-nya adalah Organisasi Radio Amatir Indonesia. Sebuah wadah organisasi pengguna radio yang dipergunakan sebagai alat komunikasi. Terutama saat ada suatu peristiwa disebuah tempat terjadi, baik itu peristiwa yang pahit maupun yang manis.



Tapi nggak demikian kalau kita membicarakan orari di kota Banjarmasin, sebab dikota ini orari adalah sebuah kuliner primadona yang berbahan dasar ikan haruan (sejenis ikan gabus) yang mendampingi lontong. Asal muasal kuliner ini diciptakan sekitar tahun 1980an, oleh Ibu Hajah Rusmanah warga asli Bajarmasin. Seorang ibu rumah tangga asli Banjar yang semula hanya iseng membuat jajanan untuk di jual ke tetangga sekitar, dengan modal awal beras dua liter. Dalam tempo singkat hasil karyanya langsung digemari masyarakat, sehingga penduduk sekitar yang hobinya ngebreak sering kongkow dirumahnya menikmati masakan ini bersama komunitasnya. Hingga pada suatu hari tercetus untuk memberi nama olahan ini menjadi “Lontong Orari”, sebab penggemar menu olahannya adalah komunitas penggemar radio orari yang sering kumpul dirumahnya. Lokasi warungnya berada di Simpang Sei Mesa-Kampung Melayu Darat, ditengah kota Banjarmasin.



Jika kuliner lontong didaerah lain, pasti temannya adalah daging ayam, daging sapi, daging kambing termasuk jeroannya. Hanya lontong orari saja yang kawan pendampingnya berupa ikan, dan ikannya adalah ikan yang banyak terdapat di alam kalimantan bernama haruan.

Selain itu kuliner ini memiliki keunikan tersendiri, dari wujud fisik lontongnya saja sudah aneh, diberbagai tempat lontong berbentuk bulat dan berukuran secukupnya. Disini modelnya segitiga agak pipih berukuran big size. Menyantapnya di guyur kuah sayur nangka muda yang diolah habang, yaitu bumbu merah khas kalimantan dengan semburat rasa manis. Ditambah dengan ikan haruan goreng plus sebutir telur dan sambel banjar, maka jadilah kuliner dengan perpaduan rasa yang harmonis. Sekarang olahan ini jadi penganan wajib wisatawan yang berkunjung ke kota seribu sungai.



Saat ini pemilik lontong orari dalam satu hari harus menyediakan sekitar 60 kilogram beras, sebagai bahan pembuatan lontong. Lalu sekitar 50 kg ikan haruan yang bakalan ludes di lumat penggemarnya, ditambah 10 kilogram telur serta beberapa ekor ayam bagi peminat yang ingin mengganti ikan haruan dengan daging ayam. Karyawan warung ini berjumlah 14 orang, yang bertugas dibagi dalam 2 shift.

Bagi yang baru mencoba pasti mempunyai kesan bahwa masakan ini adalah sebuah masakan yang pedas, sebab olahan bumbu merahnya bagaikan mengaktualisasikan rasa cabe yang menantang. Namun jika telah dirasa maka dilidah terasa manis yang smooth dan romantis.Suasana warungnya pun beda,  nggak seperti bangunan resto biasanya. Warung ini sebenarnya adalah rumah tinggal jenis rumah panggung yang dimodifikasi menjadi tempat makan. Makanan dihidangkan disebuah meja pendek, sedangkan tamu yang datang makan sambil duduk glosor atau lesehan di lantai.



Saking terkenalnya di kota Banjarmasin, gerai ini menjadi tempat promosi gratis provider telekomunikasi menyampaikan produknya. Terlihat dari dinding bangunannya yang ditempeli berbagai branding alat komunikasi. Bila ada kesempatan berkunjung ke Banjarmasin, sekedar mengingatkan aja bro…., jika ingin makan dan langsung klepek-klepek maka cobain cita rasa kuliner ini, yang sekarang sudah menambah satu lagi kekayaan kuliner nusantara.

Red Borneo
Buat pemnggemar batu akik atau batu perhiasan, Pulau Kalimantan adalah surga-nya. Khususnya di Kalimantan Selatan tak jauh dari kota Banjarmasin ini sejak dahulu terdapat sebuah penambangan intan, tepatnya di kota Martapura. Di Martapura ini pula terdapat pasar batu cincin, sehingga hampir setiap hari penggemar batu mulia dan batu akik mengunjungi tempat ini untuk memuaskan hobinya memburu batu. Yang paling dicari saat ini dipasar tersebut adalah baru “RED BORNEO”.



Red Borneo, beberapa kalangan menyebutnya ruby Kalimantan, batu ini secara spontan menjadi sangat laku dan dicari. Selain indah warnanya batu ini memiliki tekstur yang sangat unik, yaitu dominan warna merah sedikit warna hitam bahkan terkadang ada garis warna krem muda yang sangat tipis pada permukaan batu.



Di Banjar masin sendiri penggemar batu ini bukan hanya kaum laki-laki, tapi saat malam hari di berbagai sudut kota Banjarmasin kaum perempuan ikut nimbrung memilih batu kesukaannya. Hampir setiap hari penggemar batu akik turun ke jalan, untuk mencari batu kesukaannya untuk dipakai mrnghias jarinya atau koleksi. Batu red borneo belum terkenal seperti batu bacan, namun batu ini sudah menjadi primadona dan memilki penggemar tersendiri.

Makam Sultan Suriansyah
Hari tekahir kunjungan di kota Banjarmasin, sebelum meluncur ke bandara Syamsudin Noor, ada kesempatan untuk ziarah ke makan Pangeran Suriansjah di Kuin- Banjarmasin. Beliau adalah raja kerajaan islam pertama di Kalimantan bergelar “PANEMBAHAN BATU HABANG”, yang setelah meninggal pemerintah kerajaannya diteruskan oleh anak-anaknya.



Tak jauh dari makam ini terdapat sebuah masjid tertua di kota Banjarmasin, dibangun pada jaman pemerintahan Sultan Suriansyah tahun 1526 s.d 1550, sebelum kolonial Belanda menjajah Indonesia. Masjid yang hingga kini masih berdiri kokoh, sama seperti Masjid Jami terbuat dari kayu ulin. Bangunannya sederhana namun keindahan ukir-ukirannya sangat mempesona, konon menurut penjaga masjid ukiran tersebut dibuat oleh ahli ukir dari kota Jepara-Jawa Tengah. Sebab dahulu yang mengislamkan Sultan Suriansyah adalah seorang khatib dari kerajaan Demak yaitu Syech Maulana Syarif Hidayatulah yang terkenal dengan nama Khatib Dayyan.



Ditengah kompleks makam ini terdapat sebuah sumur, yang sejak jaman kerajaan dipakai oleh raja untuk berwudu, usinya hampir mencapai 500 tahun. Hebatnya sumur ini tak pernah kering, walaupun musim kemarau berkepanjangan. Sebaliknya sumur ini terus menghasilkan air yang tak pernah habis walau setiap hari dipakai untuk keperluan masyarakat setempat.

Bye-bye Banjarmasin
Setelah puas dengan kunjungan singkat ke kota seribu sungai ini, Pak Gatot temanku jalan-jalan selama di kota Banjarmasin, mengantarku ke Bandara Syamsudin Noor, yang jaraknya kurang lebih 25 km. Aku nggak mau ketinggalan peasawat, makanya Pak Gatot kuminta agak cepat mengendarai mobilnya, kebetulan jadwal penerbanganku nggak delay,  jadi aku segera siap terbang kembali ke Jakarta untuk menyongsong pekerjaan rutin. Terima kasih Pak Gatot atas budi baiknya, semoga Bapak Selalu sehat dan kita bisa jalan-jalan lagi dilain hari.




Kamis, 30 Juli 2015

Anak Bungsuku Take off Menuju Masa Depannya

Ceremony graduation alias wisuda pastilah sangat berarti bagi mahasiswa. Sebab prosesi wisuda menandakan tamatnya seseorang dari bangku kuliah. Pastinya perkuliahan dilewati dengan susah payah, sebagaian orang harus mengorbankan banyak hal termasuk masa muda untuk mendapatkan kebanggaan dirinya, demi masa depannya.



Anakku Ratu Desita Piyantina, yang sehari-hari kupanggil “Desy”, termasuk satu dari 2732 Mahasiswa Bina Nusantara (BINUS) Angkatan 52 berbagai strata yang dilantik menjadi sarjana, pada hari Kamis tanggal 30 Juli 2015 di Gedung Balai Sidang alias Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan. Padahal rasanya baru kemarin saja dia lahir Di RS YPK Mandiri Menteng, setelah kutiupkan azan ditelinga kanannya lalu kuucapkan "Welcome to this world. It is full of mysteries. God has chosen me to be your father". Namun kini dia telah menyelesaikan studi tingkat sarjanya.

Bagai akan menonton sebuah konser musik, itulah pemandangan pertama yang kutangkap sesaat setelah memasuki arena wisuda. Menurutku stage upaca termasuk sederhana namun sangat menarik. Desy kelihatan sekali gembira bukan main, berbalut kostum baju nasional yang diselimuti toga. Sebagai orangtuanya, aku merasa Tuhan sangat baik memberikan rancangan seperti ini, bisa menghadiri wisuda anak bungsuku. Aku sebagai ayahnya merasa bangga, ibarat sepakbola, aku mencetak gol di injury time hingga kesebelasanku menang.

Upacara Sidang Terbuka Senat Perguruan Tinggi Binus ini dipimpin oleh Rektor Binus yaitu Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo MM. Beliau juga memimpin dan hadir disemua procession ceremony and congrulate semua Binusian (panggilan untuk mahasiswa Binus). Hadir juga didalam prosesi ini Koordinator Kopertis III, Dewan Senat, Guru Besar serta semua pejabat teras fakultas di Binus, pokoknya pembesar Binus lengkap sekali.

Moment ini sangat kunanti-nantikan, momen yang pada hari itu toga dipindahkan dari kiri kekanan. Momen semua rasa menjadi satu antara tangis, tawa, haru, lebur menjadi kebahagiaan. Wisuda juga adalah momen yang ditunggu para orangtua, setelah bertahun-tahun dihiasi dengan pengorbanan dan do’a agar sang anak berhasil. Hari itu Desy telah berhasil mengukir senyum kebanggaan diwajah orangtuanya, membuat orang tuanya merasa bahwa perjuangan mereka telah terbayarkan.

Betapa tidak..? sebab sejak masih kuliah semester dua di sebuah universita swasta di Padang tahun 2009, sekitar bulan September terjadi peristiwa gempa bumi, yang meluluhlantakan Sumatera Barat hingga kampusnya ambruk, dan perkuliahan dihentikan sementara. Lalu pada tahun 2010, Desi mencoba lagi kuliah di Universitas Andalas. Namun ketika kuliah baru dimulai kurang lebih 3 bulan, aku di mutasikan dari KPw BI Sumatera barat ke KP BI Jakarta. Maka Desy pun mengikuti jejak aku pindah ke Jakarta, begitu juga dengan kuliahnya dia mencari universitas yang ada di Jakarta, yaitu Universitas Bina Nusantara. Karena pindahan dari daerah maka kuliahnya dimulai dari awal.



Alhamdulilah kemarin Desy telah mempersembahkan yang terbaik bagi aku dan istriku. Wisudanya telah membayar perjuanganku selama ini. Segala pengorbananku telah di plot oleh Allah SWT hingga ketiga anakku menjadi Sarjana. Selesai sudah satu lagi tahap kehidupannya, teruslah belajar dengan baik anakku. Banyak sekali tantangan hidup yang harus dihadapi dengan pundak yang kuat. Ada pepatah mengatakan bahwa alam takambang jadi guru, artinya bahwa kita belajar dari mana saja karena hidup itu adalah belajar.

Bersyukur aku padamu ya Allah, walau dikantor cuma pegawai rendahan. Anakku yang pertama “Deny” bulan lalu baru saja lulus mengikuti sidang Komprehensi Tesis, guna memperoleh gelar Magister Manjemen Komunikasi. Dalam Ilmu Komunikasi Program Pasca Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Rencananya Deny akan di wisuda pada akhir bulan Agustus. Sedangkan “Selly”, anakku yang kedua lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung, dia sekarang telah bekerja di PT Bohler,  sebuah perusahaan asing Swiss yang berkedudukan di Jakarta. Desy sendiri sudah dipinang oleh Bank Sinarmas, dia kini sedang menjalani Management Development Program yang diselenggarakan bank tersebut.

Kepada anak-anakku pernah kubilang bahwa pendidikan yang membuat nasib berubah, pendidikan untuk kehidupan yang lebih baik. Wisuda menjadi sarjana adalah awal perjuangan yang sebenarnya untuk menjadi manusia yang berguna. Sebagai orang tua aku nggak pernah menuntut, selain meminta kepada mereka untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik, sebab aku memahami bahwa jika kita berusaha sungguh-sungguh pasti akan berhasil. Timbulkanlah suasana kompetitif disegala bidang, agar kita selalu up to date.

Kini harapan dan amanah sudah dimulai, seorang sarjana tidak boleh egois dalam kehidupan tetapi harus berkontribusi untuk negara dan bangsa, bukan sekedar menjadi komentator peran negatif dan menyalahkan orang lain atas amburadul-nya ekonomi dan keterpurukan negara ini, sarjana harus lebih mandiri. We all different paths in live, but where we go we take a little bit of each other everywhere.


Wisuda ini adalah jawaban dari Allah SWT untuk menjawab do’a hambanya. Amanah ini harus disyukuri dan dijalani, tanggung jawab akademik harus segera dipikul. Semoga anak-anakku bisa menjalankannya dengan baik dan mendapatkan rido Allah SWT. Mudah-mudahan fungsi dari kelima jari tangan mereka serta tegaknya kaki mereka bermanfaat bagi agama dan bangsa ini serta mendapat barokah. Amiiiin ya Allah ya Rabbal’alamiiiin,