Jumat, 16 Januari 2015

Naik Kereta Api Yogya-Solo


Kota Solo dan Yogya nggak mau kalah dengan Jakarta dalam melakukan pelayanan transportasi masal yang menggunakan kereta api. Dikedua kota tersebut terdapat sebuah nama kereta api yang tiap hari beroperasi mengangkut penumpang, namanya Prambanan Ekspres alias “Prameks”.



Waktu tempuh yang cuma satu jam dari Yogya ke Solo dan sebaliknya, menjadikan prameks angkutan umum favorit buat masyarakat disana. Ongkosnya pun nggak mahal hanya enam ribu rupiah saja.... ya hanya enam ribu rupiah saja. Padahal kalau menggunakan bus antar kota ongkosnya sampai dua puluh ribu, ditambah suasana jalan yang ramai waktu tempuhnya bisa sampai dua setengah jam. Pakai prameks irit waktu dam irit biaya.



Kelebihan kereta yang satu ini adalah kebersihannya terjaga dengan baik, nggak ada pedagang asongan yang menjajakan dagangan, nggak ada pengemis, apalagi yang merokok nggak ada banget, sebab kereta ini menggunakan fasilitas AC yang terawat baik. Dinginnya dapat membuat tulang agak ngilu. Saking sejuknya udara didadalam kereta, banyak penumpang yang ketiduran.



Pak Ahmad sang Masinis Pramek, yang sudah mempunyai masa kerja 31 tahun. Sangat mendukung enjoy-nya suasana. Dia mengemudikan kereta dengan aturan yang jelas, sangat pas ngegas dan ngerem lokomotif pada saat yang tepat, sehingga perjalanan semakin nikmat saja .



Star awal dikota Yogya dimulai dari stasiun Tugu, penumpangnya nggak penuh, mungkin karena ini hari minggu. Tapi nggak juga kata Pak Ahmad hari kerjapun seperti itu, ini disebabkan karena masyarakat Yogya dan Solo sudah pada sejahtera jadi kalau bepergian bawa mobil pribadi, nggak naek angkutan umum, ucapnya. Apalagi sejak Pak Jokowi jadi RI 1, gengsi orang Solo naik peringkat makanya jumlah kendaraan pribadi naik drastis.



Purwosari adalah stasiun pertama yang dilewati setelah tugu, disini kereta berhenti dan menaikan penumpang. Hmmm jumlahnya jadi bejibun, penumpang kereta jadi padat, ada yang berdiri tapi nggak umpel-umpelan  masih ada sela untuk bercengkrama. Nggak bisa orang melakukan pelecehan seksual disini, beda dengan Comunter Line yang melayani perjalanan di Jabodetabek, disana penumpangnya rapet apalagi kalau waktu berangkat dan pulang kerja, hampir kaya pepesan teri aja. Di kereta Prameks dijamin nyaman.



Selama perjalanan penumpang disuguhi pemandangan persawahan yang kesemuanya gersang, nggak ada padinya. Karena musim panas baru aja berlalu sedangkan hujan baru turun dua minggu yang lalu, jadi waktu tandur padi bagi petani disektar sini masih belum dimulai. Cuma terlihat ada beberapa petani yang sedang panen palawija, tanaman sejenis kedelai, timun, jagung, cabe yang sudah waktunya dipetik.



Oh ya selain Prameks, sebetulnya kereta yang melayani Yogya-Solo pulang pergi ada beberapa. Antara lain Sriwedari  yang berangkat paling pagi sehabis subuh, Sidomukti agak siang sekitar pukul 12.30. Terus Madiun Jaya alias Manja, kereta ini tiketnya agak mahal karena menggunakan gerbong kereta eksekutif. Gerbong yang dipakai adalah eks kereta Lodaya jurusan Bandung-Yogya, karena lodaya sampai di Yogya masih pagi, daripada nggangur gerbongnya dipakai dulu, menjelang senja baru dipersiapkan kembali untuk kemabali ke Bandung. 



Semua kereta yang melayani jurusan Yogya-Solo PP, menggunakan fasilitas AC. Waktu satu jam sudah berlalu... nggak terasa, maka sampailah di Stasiun Solo Balapan. Stasiunnya agak kumuh, mungkin karena sudah lama belum dicat temboknya serta lampu diarena penumpang temaram. Sepertinya stasiun ini kurang terawat. Apalagi pas masuk kekamar kecil, setiap penumpang diharuskan membayar, padahal move on PT KAI yang dilakukan jaman Pak Ignatius Jonan adalah menggratiskan setiap penumpang yang akan menjenguk fasilitas buang air. Mungkin jika Kepala Stasiun Solo Balapan baca tulisan ini, perubahan pada tempatnya bekerja akan dibuat menjadi lebih baik, dalam waktu yang nggak terlalu lama.

Kalau Sahabat sedang wisata ke Yogya atau ke Solo, cobain deh naik Prameks. Murah... nyaman... dan menyenangkan. Kita bisa menikmati suasana diluar kereta sambil relaks.





Kamis, 01 Januari 2015

Blusukan Ke Restoran Bandar Jakarta Ancol


Kemarin ada temen yang ulang tahun, kemudian ngajak ke Restoran Bandar Jakarta Ancol  pas makan siang, katanya mau  neraktir kawan-kawan seruang kerja. Termasuk aku diajak juga… hmmm gak nolak, siapa takut.
 
 

Kami serombongan jumlahnya enam orang termasuk yang ulang tahun. Bang Malik sang sohibul bait mengarahkan kendaraannya kearah utara Jakarta, siang itu jalan nggak macet mungkin karena anak sekolah  sudah pada libur dan orang kantoran banyak yang cuti menjelang akhir tahun. Cuma disekitar ujung jalan Gunung Sahari menjelang pertigaan Ancol saja mobil jalan merayap, itupun karena genangan air rob kali ancol.
 
 
 
 
Memasuki bagian dalam restoran yang open air dan ukurannya big size, meja dan kursi tertata rapih, bersih, bisa menampung sekitar 700 pelanggan…. Lalu memasuki bagian samping resto aku agak terperangah, selain kali pertama datang ketempat ini, juga karena banyak sekali aquarium berisi berbagai bahan dasar menu sea food yang masih hidup. Antara lain ikan salmon, ikan salem, ikan halibut, ikan bandeng, kepiting, rajungan, berbagai kerang, ikan kerapu cantang, ikan kaci-kaci, Ikan bawal, lobster, baby lobster, gurita, berbagai udang, ikan kakap, ikan kue , cumi, ikan gurame, sampai anak ikan hiu pun ada. Tapi entah hiu itu buat dikonsumsi atau sekedar dipajang nggak tahu lah sebab jumlahnya nggak banyak cuma sekitar  ekor, ukuran beratnya sekitar 3 kg.

 
 

 


Saking banyaknya sea food yang tersedia disini, resto ini memiliki pasar ikan untuk memunuhi selera makan pelanggannya. Menurut informasi dari petugas kitchen, ikan di yang ada di resto ini dipasok dari beberapa peternak ikan hidup di sekitar Jakarta, nelayan di laut Jawa dan diimpor untuk ikan tertentu.

 
 
 
 
Dari sekian banyak menu yang ada, Bang Malik membebaskan kami untuk memilih makanan apa yang disuka. Boleh menu ikan, udang, kepiting atau  kerang, terserah aja mana yang disuka pilih sendiri, nggak dibatesin katanya. Namun karena aku nggak biasa makan sea food diresto besar begini, aku pilih ikan pepes edan, yaitu pepes ikan dengan rasa pedas yang membakar bibir, kalau disuapkan kedalam mulut akan terasa pedes yang sangat istimewa.  Biar aman dan bebas dari kolesterol jahat. Sedangkan temanku yang lain salah satunya ada yang minta hot plate kepiting, yaitu menu kepiting dengan campuran tahu yang lembut dialasi baluran telur pada hot plate-nya.

 

Oh ya buat memilih olahan yang akan dimasak, kita bisa memilih sendiri di aquarium yang sudah disediakan. Disana kita dikasih tempat berupa keranjang buat meletakkan ikan atau apapun yang kita mau, tapi kalau minta dipilihin juga bisa, pelayannya selalu siap untuki memilih yang terbaik. Menu yang tersedia disini mulai dari bakaran, gorengan, sampai dengan olahan yang jumlah menunya lebih dari 100 macam, termasuk sambal dan olahan sayuran. Antara lain cumi goring kering, udang bumbu rujak, bawal jepang sauce bakar, kepiting tarakan saos padang, kerapu steam, cumi saos madu, udang galah super sauce teluk, kerang bamboo sauce pedas. Dan juga menu sarapan berupa seafood dimsum, termasuk pangsit udang mayonnaise.
 
 

Tak berapa lama peasanan kami datang, pelayan yang ramah dan lincah dalam menyiapkan hidangan mulai dari membersihakn bahan, memotong dan mengolah dengan baik, sangat membangkitkan selera buat segera melahap hidangan yang tersedia. Apalagi tak jauh dari meja kami, ada panggung yang sedang menampilankan musik lembut mengiringi  pengunjung yang tengah menikmati lunch-nya.  Sehingga makan siang itu terasa nyaman dan nikmat sekali. Ditambah dekorasi restoran  yang cukup menyejukan, dengan menampilkan pemandangan dalam laut.
 
 


Tak lama kami kongkow diresto ini, karena harus kembali kekantor, jam makan siang sudah habis, nanti bos cemberut kalau kami kembali masuk ruang kerja terlambat. Walau cuma sebentar, nilaiku buat resto ini 8. Dari menu yang tersedia sangat  banyak dan bervariasi, makanannya lezat, harganya nggak mahal, kecepatan menghidangkan menu dari mulai di-order sampai diantar kemeja nggak lama. Pelayannya ramah, suasana didalam resto tenang nggak gaduh, pengunjung dimanjain ama pemandangan tepi laut, dekorasinya bagus. Toilet yang tersedia bersih, tisu dan handsoap-nya tersedia.  Resto ini benar-benar menjadi the real sea food restaurant yang menyediakan berbagai alternatif pilhan menu.

 

Kekompakan Mempercepat Penemuan Air Asia QZ 8501


“Salut….salut…. salut”, itu adalah kata yang tepat diberikan pada semua elemen yang saat ini sedang berjuang bersatu untuk menemukan dan menolong korban pesawat Air Asia QZ8501. Dalam tempo yang sangat singkat, cuma tiga hari.. ya tiga hari.. puing-puing, serpihan dan beberapa jasad penumpang pesawat tersebut ditemukan.
 
Bandingkan dengan pencarian pesawat Adam Air yang hilang diperairan Majene sekitar tahun 2007, kurang lebih tiga belas hari baru dapat ditemukan. Juga dengan pesawat Malaysian Airlines MH 370 yang sampai saat ini sudah 10 bulan belum ditemukan, entah pesawat itu jatuh atau terbang ke planet lain kita semua belum tahu.  Padahal hampir seluruh negara maju di dunia ini dengan peralatan yang super canggih ikut mencari, termasuk paranormal dari segala penjuru gunung jagad raya nimbrung.

Dari berbagai do’a yang dipanjatkan serta jalinan kekuatan dan informasi yang dihimpun oleh Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas), baik dari sipil maupun militer juga masyarakat sekitar termasuk nelayan, dalam waktu yang tak terlalu lama lokasi serta tanda-tanda QZ8501 telah dapat dilacak… ketemu. Tepatnya di perairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

Pesawat terbang TNI yang dilengkapi peralatan canggih mengelilingi angkasa, berkonsentrasi dalam rangka tugas kemanusiaan.  Kapal perang RI dibantu kapal perang negara sahabat, semua berhimpun dibawah koordinasi Basarnas membentuk kekuatan mencari…. mencari…. mencari hingga akhirnya mendapatkan hasil yang gemilang. Kapal yang terlibat dalam pencarian tersebut sampai saat ini ada sekitar 16 unit diantaranya adalah : KN Baruna Jaya I, RSS Valour, RSS Swift, KN 224, KRI Sutedi Senoputra, KRI Sultan Hasanuddin, KRI Todak, Kapal Diraja Lekir, Sampson 102, KRI Patimura, KRI Pro Binban, KRI Bung Tomo, KN Bintang Laut, KRI Banda Aceh, KRI Yos Sudarso, KRI Purworejo, KSI BAC (Koordinator), RSS Persistance, RSS Supreme.

Beberapa saat setelah ditemukan lokasi perkiraan jatuhnya pesawat, Basarnas melakukan langkah-langkah proaktif berupa pembuatan sementara tempat penampungan puing-puing peasawat di Pangkalan Bun dan mempersiapkan TIM Disaster Victim Indetification (DVI) di Rumah Sakit Polri Surabaya lengkap dengan alat pendingin untuk menyimpan jenazah . Kemudian bekerjasama dengan TNI untuk menerjunkan KOPASKA  yaitu Komando Pasukan Katak TNI Angkatan Laut guna mengevakuasi korban dan segala sesuatu terkait kecelakaan tersebut.

Di Surabaya sendiri, Tri Rismaharini (Walikota Subaya) sangat aktif membantu menenangkan keluarga penumpang, mulai dari mengajak ngobrol  hingga hal-hal lain yang dapat membuat keluarga menjadi tenang. Tak ketinggalan Wakil Presiden Yusuf Kala, datang mengunjungi keluarga penumpang pesawat QZ 8501 di Crisis Centre Bandara Juanda pada hari senin lalu. Bahkan Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk mengunjungi Pangkalan Bun, dimana semua benda termasuk jasad yang ditemukan dalam kecelekaan pesawat ini dikumpulkan. Malam harinya Presiden pun hadir ditengah-tengah keluarga korban menyampaikan rasa bela sungkawa, serta berjanji untuk mengerahkan segala kemampuan Basarnas yang di dukung TNI dan negara sahabat untuk segera mengevakuasi korban.

Baru kali ini ketika terjadi musibah, semua unsur yang ada di dalam pemerintahan maupun masyarakat ikut tampil dan aktif bersatu memberi solusi yang terbaik. Kekompakan ini sangat dibutuhkan, karena dengan mengedapankan tolong menolong, persaudaraan yang tinggi serta rasa kemanusiaan maka penemuan pesawat air asia QZ 8501 dapat dengan cepat ditemukan. Yakinlah bahwa hal ini  membuat iri pemerintah Malaysia dan keluarga penumpang pesawat tersebut, yang belum dapat menemukan kemana batang hidung MH 370.

Rasa persatuan tanpa memandang ras dan agama, serta kekompakan ini harus terus dijaga, guna membangun bangsa yang lebih baik. Kita sebagai rakyat Indonesia yang mengerti akan kepentingan bersama nggak usah memikirkan segala polemik dan saling tarik kekuasaan di DPR RI. Biarlah mereka berebut kue yang nggak jelas rasanya, tapi rakyat dan masyarakat Indonesia tetap harus menciptakan suasana damai, rukun hingga tercipta masyarakat yang adil dan makmur.

 

Senin, 29 Desember 2014

Katupek Gulai Tunjang Pariaman


Sudah lama nggak menginjak bumi Minangkabau, sudah kangen pula ama masakan yang selalu membuat lidah terbuai. Kebetulan tengah bulan lalu ada dinas ke kantor perwakilan yang di Padang, so aku nyempetin singgah ke Pasar Balai baru di Pariaman. Dipasar ini jika waktu sarapan tersedia menu yang sangat kutunggu-tunggu, yaitu “katupek gulai tunjang”. Gulai yang bahan dasarnya kaki sapi.
 
Gulai ini sangat berbeda dengan gulai lain yang dimasak di hampir semua restoran Padang yang ada, baik itu di Sumatera Barat sendiri apalagi dengan yang di Jawa.  Aku bisa ngebedain taste ini karena aku cukup lama tinggal di Padang, sekitar 8 tahun. Jadi menu masakan Padang yang dibikin orang Padang asli buat selera urang awak nggak sama dengan menu Padang yang ditawarkan buat lidah daerah lainnya.

Di Pariaman gulai tunjangnya jelas hasil karya kuliner ninik mamak, karena dari kekentalan kuah dan ketajaman bumbunya sangat awak bana.  Apalagi pedesnya, asli pedes cabe merah keriting, bukan pedes lada. Pada bumbu nggak ada campuran gulanya, jadi kalau dimakan bisa bikin badan berkeringat menanggung beban kepedesan. Disini dibikin pedes karena memang hampir semua pelanggannya yang asli urang awak itu berselera pedas.

Selain dimakan pakai ketupat, terus ditemani salalauk tahu nggak campuran pada gulainya itu apa..? “Cubadak…!” Ya betul cubadak alias nangka muda. Nangka dimasukan dalam campuran gulai, setelah direbus. Sehingga nangkanya menjadi empuk dan lunak selembut tunjang yang digulai. Kalau nggak teliti pasti penggila kuliner nggak bisa ngebedain yang mana nangka muda, yang mana kulit kaki  sapi. Satu lagi yang bikin nikmat yaitu kuku kaki sapi yang empuk-empuk gimana gitu…



Di Pasar Balai baru ini jika pagi sudah banyak orang yang antri untuk sarapan, mereka kebanyak para petani yang akan pergi kesawah dan ladang, tapi ada juga beberapa pegawai kantoran yang nyempetin singgah. Sehingga pagi itu suasana di tempat makan sangat riuh, apalagi ditimpali Bahasa minang yang aksennya agak aneh. Sebab aksen minang orang Pariaman agak beda dengan aksen minang kota Padang. Dibeberapa kalimat ada penekanan kata yang jarang  kudengar. Disini pun anak laki-laki dipanggil ajo kalau di Padang dipanggil buyung, sedangkan anak perempuan di panggil cukniang, jika di Padang  dipanggil upik.

Makanya dari rasa pun gulai ini sangat berbeda dengan daerah lainnya, baik gulai kapau di Bukittinggi, atau gulai ampera yang ada dikebanyakan resto minang. Oleh karena itu invasi segala menu franchise yang ada di kota Pariaman ini nggak laku. Kalupun ada yang laku itu bukan karena rasa menunya yang enak tapi karena tempatnya buat nongkrong atau ngobrol lama-lama, sebab tempatnya sejuk ber AC dan ada wifi.

Sekali-sekali kunjungi dong Pariaman, cobain gulai tunjangnya. Itu berarti kita sudah dapat membuktiin filsapatnya orang minang yaitu “Mato condong ka nan rancak, salero condon ka nan lamak” (mata cenderung ke yang bagus, selera cenderung ke yang enak). Jadi datang jauh dari Jakarta, sampai di Pariaman puasin deh salero lidah yang nggak ada duanya di jagad raya ini.

 

 

 

 

Kamis, 11 Desember 2014

Ngintip Tim Satgas Bencana Latihan


Biasanya Tim Satgas Bencana Bank Indonesia mengadakan kegiatan lintas alam, guna  meningkatkan keterampilan dan ketahanan fisik, di daerah pegunungan yang terdapat aliran sungai cukup deras. Karena dipergunakan untuk tracking dan rafting. Namun kali ini agak lain, kegiatan dilakukan didaerah kepulauan dengan melakukan latihan Matra Laut, dengan inti latihan Water Rescue.
 
 

Water Rescue yaitu latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personil yang terlatih dan professional dalam melakukan pertolongan yang berhubungan bencana, sehingga mampu menghadapi tantangan dalam tugas apabila terjadi bencana alam, khususnya banjir. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Departemen Logistik dan Pengamanan BI dengan Badan SAR Nasional, pada tanggal 7 s.d 9 November 2014 di Pulau Putri, Kepulauan Seribu.
 
 
 

Dalam perjalanan menuju lokasi latihan rombongan menggunakan speedboat Princess Island yang mempunyai kapasitas sekitar 40 orang, kapalnya lumayan bersih dan kelihatan sangat terawat. Dilengkapi dengan AC, ruang penumpang yang nyaman, dek kapal yang luas, televisi, dan pelampung. 
 
 
 

Karena berangkat sesudah jam kerja Jumat petang, dalam perjalanan peserta banyak yang menyiasati dengan tidur.  Ada beberapa rekans yang asyik duduk diatas haluan kapal sambil memandang dan memperhatikan pulau-pulau yang terlintas selama perjalanaan. Namun pulau-pulaunya kelihatan samar samar saja karena hari telah mulai gelap. Menggunakan speed boat dari Marina-Ancol ke Pulau Putri, perjalanan ditempuh satu setengah jam lamanya.

 
 

Kegiatan ini dilakukan di Pulau Putri karena memiliki fasilitas wisata yang cukup lengkap. Apalagi pulau ini sudah lama menjadi tujuan wisata masyarakat Jakarta, sehingga fasilitasnya dirasa sangat up to date. Dipulau ini tidak ada penduduknya, namun pulau ini dipenuhi oleh 75 bungalow yang dipergunakan untuk penginapan wisatawan yang berkunjung.
 
 
 

Pulau Putri tak terlalu jauh dari dari Jakarta, namun mempunyai air laut yang jernih dibandingkan dengan pulau-pulau lain dikepulauan seribu, ombaknya sangat bersahabat. Pulau ini adalah surga bagi penikmat diving dan snorkeling, bukan wisata piknik atau sekedar jalan-jalan.
 
 
 

Pulau ini berada di gugusan taman nasional laut Kepulauan Seribu, memiliki banyak panorama sekitar yang menarik. Lautnya yang biru serta berdekatan dengan taman laut yang eksotis.  Memberikan nuansa yang berbeda dengan hamparan laut yang indah dengan sejuta pesona keindahan alam, jauh dari polusi kendaraan.
 
 
 

Dalam latihan ini Tim Satgas Bencana BI, memfokuskan melakukan refresh dan upgrading terhadap ilmu kebencanaan yang telah dimiliki, khususnya water rescue. Selain itu tim melakukan penanganan operasional perahu karet bermesin. Mulai dari keadaan utuh lalu dibongkar dan dipasang kembali seperti semula.
 
 
 

Menurut Racmad Daud selaku Koordinator Satgas, ketrampilan Tim Satgas harus senantiasa di refresh, agar ketrampilan yang dimiliki nggak luntur. Dan di Upgrade dengan melakukan sharing dengan personil Basarnas, yang telah banyak memiliki pengalaman dalam melakukan penanganan bencana diberbagai tempat. Dari sharing tersebut maka ilmu yang dimiliki akan bertambah, karena dalam setiap menangani bencana pasti ada kasus yang berbeda, sehingga ilmu bidang rescue selalu berkembang.
 
 
 

Dengan latihan ini diharapkan tim satgas menjadi handal karena mempunyai attitude nilai positif, bahwa sebagai seorang rescuer harus dapat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam melakukan pertolongan. Kemudian memiliki knowledge yang mumpuni, sehingga dalam melakukan pertolongan dapat melakukan sesuatu dengan baik dan benar, termasuk keamanan diri sendiri. Selanjutnya practice agar ilmu yang dimiliki tidak hanya sekedar teori, tapi menjadi skill yang luar biasa yang tak dimiliki orang lain pada umumnya.
 
 
 

Selain itu tim satgas diharapkan memiliki 3 hal kemampuan seorang rescue yaitu : kemampuan menyelamatkan diri sendiri, kemampuan menyelamatkan orang lain, mampu menyelamatkan korban. Inti kegiatan rescue, jika dia sudah mampu menyelamatkan orang lain, dia sudah mampu melakukan pencegahan supaya musibah yang terjadi tidak menimpa dirinya.
 
 
 

Banyak diantara masyakat yang menjadi rescuer, tapi belum tentu rescuer tersebut mempunyai kemampuan mengelola potensi rescue, memenej peralatan, dan merawat peralatan yang dimiliki. Sehingga dengan kemampuan yang dimiliki, peralatan yang sudah ada siap pakai dan dapat dipakai secara maksimal pada saat diperlukan. Dalam hal ini diperlukan kebijakan korporasi, satgas yang dibentuk untuk keperluan apa. Untuk sekedar pendukung sajakah atau menciptakan individu yang mempunyai kemampuan mumpuni guna membawa nama baik korporasi.
 
 
 

Disimulasikan dalam latihan tersebut terdapat 3 korban terdampar di sebuah pulau dengan kondisi yang berbeda.  Tim Satgas BI meluncur kelokasi dimana terdapat korban terdampar dengan menggunakan perhau karet tanpa mesin. Dengan peralatan dayung korban dapat dievakuasi sesuai dengan prosedur yang harus dilakukan. Bagi yang patah tulang dilakukan pembidaian terlebih dahulu, bagi yang pinsan dengan memiringkan kepalanya dan melonggarkan pakaian korban agar pernafasannya nggak terganggu, lalu bagi yang hypothermia dengan memberikan selimut sebagai penghagat tubuh.
 
 
 

Pada latihan ini juga dilakukan kegiatan snorkeling, guna menciptakan peserta selain menjadi seorang rescuer handal tapi dia juga orang yang mencintai alam. Sehingga dalam dirinya timbul   rasa syukur untuk selalu mengingat Tuhan dan mau menolong sesama demi kemanusiaan.

Pameran Ikon Museum di MBI


Sekali lagi Museum Bank Indonesia (MBI) bikin gebrakan. Kali ini yang dilakukan adalah mengadakan acara “Pameran Foto Ikon Musium”, yang dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 19 Oktober 2014 di Ruang Pamer Temporer musium tersebut. Guna menyambut Hari Sumpah Pemuda ke 86.
 
Dalam acara pameran ini masyarakat disuguhi berbagai foto ikon musium yang ada di Jakarta termasuk suara dari benda yang dipamerkan dan narasinya. Biasanya pameran dimuseum diadakan hanya memamerkan bendanya saja tanpa mengetahui seluk beluk benda tersebut. Namun MBI membuat sesuatu yang baru, selain foto ada narasi dari benda dimaksud serta maknanya, suara dari bunyi benda tersebut dapat kita dengar, melalui headphone yang tersedia didekat foto bendanya.
 
 

MBI yang terletak di Jalan Pintu Besar Utara, kawasan Kota Tua Jakarta, mengajak beberapa musium yang mempunyai koleksi benda bersejarahnya, khususnya yang dapat menimbulkan suara. Ini merupakan cara pamer yang berbeda, masyarakat dapat menikmati atmosfir benda bersejarah tidak hanya lewat foto tapi juga dapat mendengar suaranya, hingga kesannya lebih ekspresif. Suara ini adalah suara yang luar biasa yang dulu mengiringi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
 
 

Dari 70 musium yang ada di Jakarta, MBI baru bisa menggandeng beberapa musium  dalam pameran ini, yaitu : Musium Mandiri, Musium Sejarah Jakarta, Musium Sumpah Pemuda, Musium MH Thamrin, Musium Khatederal, Musium Kebangkitan Nasional. Tujuan dari pameran ini sendiri adalah buntuk menggaungkan bahwa benda bersejarah itu nggak hanya bisa dilihat namun juga dapat dinikmati desiran suaranya. Yang pada akhirnya menjadikan masyarakat suka dengan museum sebagai media edukasi yang menyenangkan.
 
 

Foto yang terpampang salah satunya adalah foto biola W.R Soepratman. Kita tidak hanya melihat foto tersebut namun juga dapat mendengar suara biola tersebut saat dimainkan oleh Idris Sardi sebelum beliau meninggal. Suara ini menggambarkan seolah-olah kita mendengar langsung  suara biola yang dimainkan WR Soepratman saat diadakannya ikrar soempah pemoeda pada Kerapatan Pemoeda Pemoedi atau Konggres Pemoeda II tahun 1928. Biola aslinya saat ini tersimpan di Museum Sumpah Pemuda Jalan Kramat Jakarta.
 
 

Selain itu terdapat juga foto “Lonceng Stadhuis” atau lebih dikenal dengan lonceng Soli Deo Gloria. Stadhuis saat ini adalah Museum Sejarah Jakarta, dulunya merupakan kantor Pemerintahan Hindia Belanda di Batavia pada jaman Jan Pieter Zoen Coon abad 18. Dulu lonceng ini mengerikan dan sangat ditakuti oleh masyarakat sekitar. Jika lonceng ini berbunyi, pertanda bahwa ada tawanan yang dinilai jahat oleh Pemerintah Hindia Belanda akan dihukum gantung. Makanya pada jaman itu jika lonceng ini berdentang, hampir semua orang menutup telinga, nggak mau mendengar. Sebab tak lama setelah itu datang malaikat pencabut nyawa mendekat lalu menghukum orang pesakitan.
 
 

Ada juga mesin ketik bersejarah. Dewasa ini kita sebagai insan yang hidup di jaman modern sudah nggak mendengar lagi suara mesin ketik. Dengan ditampilkannya foto dan suara mesin ketik di jaman dahulu, akan membawa kita mengenang masa lalu. Barangkali bagi Saudara kita yang lahir sesudah tahun 80-an, hampir semuanya nggak tahu bagaimana suara mesin ketik. Padahal dulu mesin ketik adalah primadona para pekerja kantor, jika kita melamar pekerjaan maka salah satu syaratnya harus bisa mengetik. Namun kini mesin ketik telah diganti oleh peralatan yang lebih modern yaitu komputer, laptop, smartphone atau tablet.
 
 

Diharapkan dengan adanya pameran ini maka fungsi musium sebagai tempat yang memamerkan barang bersejarah dapat diterima masyarakat. Memorable karena dapat mengingatkan kembali suara-suara benda yang dipamerkan, seolah olah kita berada di jaman benda itu ada. Histrorikal karena kita bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang berkat perjuangan orang terdahulu kita dan benda-benda yang dipakainya.

 

 

 

 

Martabak Canada


Sejak kecil aku nggak doyan manis. Aku selalu menolak kalau ditawarin makanan yang rasanya manis. Tapi semua prinsip itu malam kemarin kulanggar, aku ikut teman menikmati martabak manis yang dijual disebuah kedai di Kebun Kawung, nggak jauh dari setasiun kereta api  Bandung. Namanya martabak “Canada”. Kesanku terhadap martabak itu luaaaarrr biasa, baru kali ini ada martabak rasanya enak.
 
 

Martabak ini agak tebal, nggak setebal martabak biasa. Perpaduan ramuannya sangat pas banget. Temanku bilang rasa martabak ini nggak perlu diragukan lagi, yang berminat beli rela antri sampai panjang, termasuk aku berdua teman ngerelain diri nunggu sampe 40 menit berdiri karena nggak ada tempat duduk. Padahal kalau namanya antri aku paling benci, apalagi ngantri di SPBU, makanya jika isi bensin selalu malam hari.
 
 

Dilihat selintas kedainya kurang menarik dan nggak begitu besar, karena berada dijajaran pertokoan yang kurang rapih. Didalam kedai ada empat buah tempat pengolahan martabak, yang ditangani langsung oleh pemilik dibantu sekitar 4 orang pegawainya. Mulai dari mengambil adonan sampai memasak martabaknya. Setelah adonan mateng, pemiliknya mengolah dengan menaburkan gula, keju, coklat toblerone yang disiram susu kental manis.
 
 

Selain mendapat rasa martabak yang enaknya paling top se-asia pacific, pembeli yang sedang antripun disugguhi tontonan yang memukau dalam mengolah martabak tersebut. Pekerjanya sangat terampil dan cepat sekali. Disini mereka mengolah 3 jenis martabak, yaitu martabak manis tebal, martabak manis tipis dan martabak telur. Temanku milih martabak manis tebal, aku yang nggak suka manis under estimate duluan…

Setelah martabak yang dipesan jadi, aku nyicipi. Wawwww…  rasanya manis asin dan gurih… enak, dagingnya tebal lembut, halus dan empuk banget. Isiannya juga mantap coklat toblerone dan keju.  Kejunya banyak banget sampai luber melimpah ruah.
 
 

Penggemar martabak ini kayaknya bukan cuma warga Bandung saja, terlihat dari beberapa mobil yang parkir disitu ada yang berplat E (Cirebon), T (Kerawang).  Mereka pasti langganannya yang sedang berkunjung ke Bandung. Martabak ini pantas dikenang karena rasanya unik, berbeda dengan yang ditemukan dipasaran. Bagi penggemar martabak wajib mengunjungi tempat ini, tak percaya silahkan coba sendiri.