Kamis, 17 Juli 2014

Stempel Kehidupan



Kesuksesan seseorang nggak lepas dari jalan terjal yang pernah dialami dalam hidupnya. Dan setiap orang tentu punya cerita berbeda terhadap apa yang dialaminya.
Seorang sahabat yang kini sukses menjadi entrepreneur menceritakan kepadaku jatah susahnya dahulu sebelum sampai ke titik saat ini. “Dulu setiap menceritakan impian saya, rasa pesimis bahkan hinaan selalu saya terima. Dan itu hampir saya dapati setiap bertemu dengan orang yang saya kenal”.

Beragam kata dan ungkapan bermunculan seperti, ngaca dulu kamu itu siapa, bondomu iku lho piro, dasar anake wong ra ndue ae macak pengen dadi bos (dasar anak orang tidak punya, bergaya mau jadi bos). “Kata-kata itu yang selalu jadi stempelku,” ujar pria yang tinggal di Lumajang Jawa Timur tersebut.


Selain cemoohan dia juga merasakan banyak teman-teman yang menjauh. “Saya dikucilkan mas,” tukasnya. Melihat situasi yang memang tidak sejalan dengan apa yang diinginkan, dia terus memutar otak. “Saya ganti teman, dan orang-orang yang tersisa saat itu hanyalah yang satu visi dengan saya,” katanya.
Perlahan tapi pasti, prinsip tidak pernah lelah belajar terus memberikan efek positif dalam hidupnya. “Prinsip saya kalau mau bertahan ya harus rajin belajar,”. Belajar yang dia terapkan salah satunya adalah mengikuti seminar dengan beragam tema. Mulai dari publik speaking, marketing, financial dll. Menurutnya ada dua keuntungan yang didapat dengan mengikuti seminar, yaitu mendapat ilmu dan mendapat relasi.
“Saya percaya dengan teori yang saya baca, lima tahun ke depan adalah produk pikiran kita saat ini.”
Dan terbukti, bahkan tidak sampai lima tahun kemudian, kerja keras itu berbuah manis. Usahanya kini kian menggurita. Belasan karyawan dan omset 3,5 miliar perbulan dari beberapa toko elektronik, jabatan konsultan di sebuah radio swasta hingga menjadi pembicara di seminar pengembangan diri, sudah cukup membuktikan bahwa mimpinya di masa lalu bisa diraih dengan kerja keras dan pantang menyerah.
“Menariknya, sekarang orang-orang berbalik arah dan memberi support saya 100 persen,” katanya disaat aku menanyakan respon terhadap orang-orang yang dahulu sempat pesimis terhadapnya. Dan dengan rendah hati dia mengaku tidak merasa dendam karena sejak awal yakin mampu mewujudkan cita-citanya. “Kunci utamanya mas, doa dan dukungan dari keluarga,” ujarnya mantab.
Stempel itu kini telah menjadi identitas berharga. Kelapangan hati dan pantang menyerah telah membuat seseorang yang kukenal beberapa tahun silam, sukses menjadi yang dia impikan. Teruslah berkarya mas dan semoga keberkahan serta ridho Allah selalu menaungi dirimu dan keluarga (Wisnu Priyono).

Rencana Tuhan Selalu Baik



Seribu alasan untuk bersyukur dan seribu alasan pula untuk tidak bersyukur. Ketika ada hal yang diusahakan tetapi hasilnya tidak masksimal tentu akan berbuah kekecewaan. Tetapi untuk bersyukur pasti kita paham dibalik itu semua pasti kan ada hikmahnya. Hikmah yang akan membuat kita lebih besar daripada saat ini. 


Melihat hikmah memang bukan perkara yang mudah, butuh kerendahan hati dan pikiran yang lapang. Ditengah kekecewaan yang menekan kejiwaan kita, tentu itu adalah hal yang tersulit tetapi usaha kita untuk menemukan hikmah itulah hal yang pertama membuat kita besar. Kita akan menjadi sosok yang akan bisa mengendalikan diri sendiri. Kita tidak akan dikemudi oleh Emosi dan nafsu yang timbul karena kekecewaan. 

Allah pasti punya rencana terbaik untuk kita jika kita menyadari dan ingin berusaha menelaah rencana-rencana terbaik itu. Setiap orang pasti akan diberikan sisi baik dan sisi buruk dalam kehidupannya. Semua itu adalah sebuah pembelajaran hidup yang sangat berharga. Tidak ada orang sukses tanpa kegagalan, kesuksesan yang hakiki bukanlah tentang apa yang telah diraihnya tapi perjuangan dan proses yang dilakukan. Berapa kali dia terjatuh dan mampukah selalu bangkit untuk menuju kesuksesan.(AT Thohir)


Volcano Adventure



Pekerjaanku dikantor sebagai orang kantoran kelas bawah membuatku jarang bersentuhan dengan alam. Namanya juga bawahan setiap hari aku disibukan dengan target yang harus kuselesaikan hari itu juga, kalau terlambat sedikit pasti atasan bilang bahwa aku “payah” nggak ada semangat, maklumlah umur sudah lewat setengah abad katanya.

Makanya setiap ada waktu libur, aku senang sekali menikmati alam. Dulu di Jakarta sekitar tahun 70-an, alamnya masih hijau banyak sekali kebun di daerah Simprug, Kebayoran Lama tempat masa kecilku. Disana aku bermain sepakbola lalu mengambil jambu kelutuk tetangga, terkadang menggunakan ketapel aku menjepret mangga dipohon orang gedongan. Permata Hijau dulu masih rawa, tempat aku dan teman-teman belajar berenang.


Tapi daerah itu sekarang telah berdiri banyak bangunan, apartemen, jalan arteri, rel kereta api yang melalui situpun kini rel ganda, sehingga sekali jalan dua rangkaian kereta bisa berpapasan. Nggak seperti dulu harus menunggu di stasiun Palmerah atau Kebayoran Lama jika ada dua kereta yang akan berlalu bersamaan.

Terkait pekerjaanku, ketika hari libur paling biasanya kugunakan untuk mengistirahatkan otak biar nggak buyar dan melemaskan otot biar gak putus. Petualanganku ini sebenarnya nggak sengaja, saat itu aku ditugaskan ke Yogya, tetap dengan job dan rutinitas seperti biasanya. Namun disela-sela kesibukan, interaksi dengan masyarakat sekitar masih tetap berjalan bahkan sangat baik. Hingga pas ada kesempatan sedikit waktu sebelum kembali ke Jakarta, aku menuju Gunung Merapi yang menawarkan sebuah petualangan menggunakan mobil jeep.


Semenjak erupsi tahun 2010, Gunung Merapi menjadi objek wisata dengan daya tariknya, antara lain rental tracking menggunakan motor trail atau climbing adventure dengan menggunakan mobil jeep. Untuk rental jeep sendiri dibagi menjadi 4 paket, yaitu jalur Short, Medium, Long dan Sunrise, tentu dengan harga dan durasi penyewaan yang berbeda di tiap jalur. Aku memilih jalur Medium, dengan alasan durasi yang nggak terlalu lama, dan dana yang cekak didompet saat itu. Oya aku dapat potongan harga dari pemilik setelah berjanji akan memposting cerita perjalanan ini di blog. 

Nggak lama nunggu lalu mobil jeep yang akan kupakai datang berikut pengemudinya, Kamto namanya seorang  driver offroader. Aku dipinjami helm half face. Dalam jeep tersebut bukan cuma aku penumpangnya tapi ada 3 orang lain yang juga ingin menikmat alam merapi. Tanpa banyak basa-basi, Kamto segera tancap gas, menyusuri sungai Opak yang berada tepat disebelah timur Kinahrejo. Seperti diketahui sungai ini adalah jalur lahar dingin saat erupsi, bermaterial pasir, batu beraneka ukuran, material ini bertambah jutaan kubik setelah erupsi terjadi.


Batuan lepas mayoritas berukuran sekepal tangan orang dewasa, kami lewati. Sungai ini juga berbentuk jalan ditengahnya terutama, karena tempat ini juga buat hilir mudik truk yang akan mengangkut pasir atau batu dari sungai ini. Kurang lebih 5 kilometer kami melalui jalur sungai Opak ini, selanjutnya keluar dan masuk ke dusun Petung.

Tiba-tiba Kamto masuk dipekarangan rumah, memarkir mobilnya aku-pun mengikutinya. Rumah ini diberi nama “Museum Sisa Hartaku”. Rumah yang rusak parah, temboknya sudah mencoklat seperti sehabis kebakaran, atapnya sudah diganti dengan model asbes bergelombang yang tampak belum begitu lama terpasang. Didepan tampak mencolok seperti fosil hewan sapi, dengan tulang belulangnya disusun rapi membentuk hewan tersebut. Beberapa barang seperti rongsokan dijejerkan diatas meja kayu. Setelah mendekat dan diperhatikan dengan sesakma, barang itu merupakan peralatan rumah tangga yang berada di dalam rumah ini, dan berubah bentuk ataupun warna karena terjangan awan panas Merapi.


Museum Sisa Hartaku begitu disebutnya, tepatnya berlokasi di dusun Petung, desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman ini memajang beberapa barang yang tersisa saksi keganasan awan panas Merapi, atau wedus gembel. Aku masuk kedalam rumah yang dibagi beberapa ruangan, layaknya rumah normal. Setiap temboknya dituliskan behuruf ukuran besar, bertemakan ungkapan perasaan para korban erupsi, yang setiap kalimatnya mengisyaratkan tentang kesedihan ketika bencana melanda dan juga rasa optimis bisa bangkit kembali setelah erupsi terjadi.

Ada hal unik juga disalah satu ruangan, terdapat jam dinding yang sudah rusak terbakar, jarum jam berhenti tepat saat letusan Merapi terbesar saat itu. Atau beberapa pusaka keris terpajang, dan beberapa batu mulia sebagian sudah berbentuk cicin, ketika aku akan mengambil gambar lewat kamera, di tembok terdapat larangan untuk memotretnya. Kamto juga bercerita ada beberapa waktu lalu pengunjung nekat memotretnya tetapi ketika dilihat hasilnya, benda-benda tersebut nggak tampak di fotonya.


Tidak lama kami disini, langsung mengarah ke utara lagi. Jalan ini adalah menuju Kaliadem, masih melewati jalan terjal, walau masih ada sebagian sisa aspal. tapi lebih banyak tetutup pasir dan kerikil. Di jalan ini Kamto lebih bisa memacu jeep lebih kencang daripada sebelumnya ketika melewati sungai Opak.

Sesampainya di Kaliadem kami berhenti sejenak untuk sekedar menenggak air mineral, dan mengambil beberapa foto. Kawasan ini berada di selatan gunung Merapi, aku dapat melihat pucuk gunung dengan jelas, disamping karena cuaca yang cerah saat itu, ditempat kami istirahat hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari puncak Merapi. Nggak heran jika kawasan ini habis dilahap oleh awan panas saat erupsi. Tadinya tempat ini dipenuhi oleh hijauan pohon, sekarang telah menjadi hamparan pasir batu muntahan Merapi.

Tanpa membuang banyak waktu, kamto kuajak untuk melanjutkan rute selanjutnya. Karena jalannya menurun kamto bisa leluasa memainkan kecepatan jeep, terkadang jumping ketika melewati gundukan. Seru!. Tetapi beberapa kali juga harus meperlambat laju mobil ketika akan menyalip truk pegangkut pasir atau batu. Jalannya hampir dipenuhi oleh badan truk. Harus extra hati-hati menyalipnya karena permukaan jalannya tidak rata dan terdapat beberapa batuan.


Karena rute yang kuambil medium, nggak terasa kami sudah sampai akhir rute. Pengalaman yang cukup mengesankan. Walau dari segi jarak dan durasi pendek, sekitar 20 km dan lamanya kira-kira 1,5 jam. Tujuan akhirpun sampai, tempat sewaan jeep adventure dimulai. Kawasan Gunung Merapi dengan ekosistemnya yang bermacam-macam, dan pemandangan yang elok membuat aku betah berlama-lama untuk menikmati suasana disini. Menikmati ciptaan Tuhan sambil merefleksikan diri kita sendiri, seperti apakah kita dan apa yang telah kita lakukan selama ini dengan segala anugerahNya.

Tak terasa hari mulai sore dan aku harus pulang kembali ke hotel. Terima kasih Kamto yang telah menemani perjalanan ini. Walaupun kita baru pertama ketemu tetapi bisa sangat menikmati tour ini. Semoga bisa ketemu di lain waktu, dan semoga cita-citamu memiliki mobil jeep sendiri tercapai.

Rabu, 16 Juli 2014

Robbery



Beberapa minggu terakhir ini aku jadi suka dan sering baca koran “Poskota”, karena ingin mengetahui berita-berita kriminal yang terjadi di Jakarta. Beritanya macam-macam mulai dari penjambretan, pencopetan, pembunuhan  sampai perampokan.

Kemarin ada berita perampokan yang dilakukan oleh beberapa orang bencong terhadap seorang pengemudi  mobil mewah. Kejadiannya berawal ketika pengemudi tersebut melalui sebuah jalan didaerah Menteng pada malam hari kira-kira pukul 22.00, mobilnya di-stop oleh beberapa orang bencong, kemudian 3 orang masuk kedalam mobil. Seorang duduk didepan, dua orang duduk dibelakang. Orang yang dibelakang menodongkan senjata tajam kearah lehernya. Yang duduk didepan bicara agak keras sambil mengancam, mobil terus berjalan kearah kuningan menuju ragunan.


Setelah sampai ditempat yang agak sepi perampok itu turun berlari berpencar, pengemudi karena shock dan kaget hanya terbengong dengan tangan terikat ke jok mobil. Dia tersadar setelah beberapa waktu, HP-nya hilang dan uang didalam dompetnya raib dikuras.

Saranku, hati-hatilah jika mengemudikan mobil sendirian apalagi malam hari. Jangan lalui daerah yang banyak potensi kriminalnya, waspadalah terhadap perampok. Karena kita nggak tahu kapan dia akan berbuat mencuri harta bahkan nyawa. Saat ini bukan hanya materi yang dicari oleh perampok, tapi  ada juga yang merampok kehidupan.

Perampok kehidupan ? siapakah dia ?. Dia adalah orang yang selalu sombong, sering karena jabatan, kekayaan ataupun kepintarannya menganggap remeh orang lain. Mereka sering men-demotivasi  kita, mentertawakan mimpi mimpi kita, menghina kreatifitas yang sudah kita hasilkan, terkadang sinis, negatif dan bisa membuat kita putus asa. Bukan nggak mungkin orang itu dekat dan ada disekitar kita.

Ditengah-tengah masyarakat dimana jika melihat seseorang atau sekelompok orang berhasil dan memiliki kelebihan timbul rasa tak senang, sebaliknya apabila seseorang atau sekelompok orang mengalami musibah atau kesusahan maka kelompok lain juga senang. Semua sifat itu kurang baik dan sifat ini dapat menjerumuskan perpecahan.

Mereka nggak sadar bahwa dirinya perampok, yang dirampokpun nggak sadar bahwa dia sedang dirampok, diracuni oleh kontaminasi ucapan para perampok. Ayo tutup kuping kita atas apa yang mereka ucapkan, tapi bukalah lebar-lebar telinga kiri dan kanan untuk ilmu yang bermutu dan nasehat orang hebat yang bermanfaat.

Sekedar mengingatkan, waspadalah… kunci mobil dan telinga kita dari jarahan tangan dan ucapan para perampok, yang banyak berkeliaran disekitar kita.