Kamis, 28 Mei 2015

Situs Bersejarah Yang Eksotis

Mandi adalah kebutuhan hidup manusia demi menjaga kesehatan, agar badan selalu wangi dan juga segar. Oleh karena pada tahun 1758 di kota Jogyakarta, Sri Sultan Hemengkubuwono I atau yang terkenal dengan Pangeran Mangkubumi  membangun sebuah tempat pemandian yang bernama “Taman Sari” atau “Royal Water Castle” atau dalam bahasa jawanya “Pasiraman Umbul Binangun”.



Tujuan dari pembangunan pemandian tersebut adalah untuk menyenangkan orang yang disayangi oleh sultan, terutama selirnya yang berjumlah 40 orang, Sultan nggak memiliki istri atau permaisuri. Sejak Sri Sultan Hamengkubuwono I s.d Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sultan tak memiliki istri hanya selir. Sultan yang memiliki istri atau Permaisuri  hanya Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang saat ini menjadi Raja di keraton sekaligus menjadi Gubernur Daerah Istimewa Jogyakarta.



Bangunan Taman Sari dibangun menghadap ke barat atau arah kiblat, merupakan akulturasi gaya Eropa dan Asia, arsitekturnya masih terlihat jelas dari beberapa bangunan yang style atapnya dari daerah ras kuning di Asia , serta ukiran dan goresan dindingnya berhiaskan kepala barong. Sedangkan gerbang timurnya mirip dengan beberapa bagunan yang ada di Eropa khususnya Portugis, ini karena arsitekturnya adalah orang Portugis yaitu Demang Tegis. Kalau dilihat dari fakta itu, berarti bahwa Kerajaan Mataram dulu adalah kerajaan islam, yang berbudaya campuran China karena mempunyai hubungan baik dengan kerajaan di Mongolia, sedangkan rakyatnya sedang berada dalam masa transisi dari budaya Hindu menuju budaya Islam.



Sayang sekali gerbang depan (barat) bangunan ini sudah tertutup rumah penduduk, sehingga bagi wisatawan yang akan mengunjungi tempat ini, pintu masuknya adalah gerbang timur yang berhubungan langsung dengan jalan menuju keraton . Dibagian tengah bangunan menurut cerita Pak Warso, salah seorang Guide yang ada disitu, dulunya adalah taman. Kini tempat tersebut telah dipenuhi oleh rumah  tempat tinggal yang pernah menjadi abdi dalem keraton.



Taman Sari ini terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta, sekitar 7 menit berjalan kaki dari komplek Keraton. Kompleks ini semula memiliki 57 bangunan seperti : kebun, gapura, danau buatan, kolam pemandian, kanal air, jembatan gantung, danau buatan, pulau buatan, dermaga juga masjid dan lorong bawah tanah. Namun beberapa bangunan itu kini sudah tak utuh lagi. Karena tergerus usia dan cuaca, juga karena beberapa kali gempa hebat yang melanda kota Yogyakarta.



Taman Sari berarti taman yang Indah, dulu merupakan taman yang benar-benar indah dan mutakhir yang terdiri dari tiga kolam dengan pot-pot bunga yang besar.  Kolam itu adalah: Umbul Muncar untuk Putra-putri sultan, Umbul Binangun untuk para Selir, Umbul Pamungkas khusus untuk mandi dengan selir terpilih.



Saat-saat mandi adalah saat yang sangat menegangkan bagi selir-selir Sultan, bagaimana tidak ? sebab Sultan hanya berkenan mandi bersama dengan seorang Selir. Sehingga menjelang Sultan mandi semua selirnya berkumpul di kolam Umbul Binangun, lalu Sultan melemparkan bunga itu ketengah kolam. Bagi Selir yang bisa menangkap bunga itu, maka saat itu adalah giliran dirinya mandi bersama Sultan. Sedangkan Selir yang lain menunggu hingga saat mandi berikutnya.



Selir yang mendapatkan bunga lalu diajak Sultan menuju kolam Umbul Pamungkas, yang sebelumnya diajak mandi sauna ditempat yang telah ditentukan. Oh ya…. sebelum mereka mandi sauna, Sultan dan Selir memasuki ruangan khusus ganti pakaian. Sebab sebagai seorang Raja nggak bisa sembarangan mengenakan pakaian, pihak kerajaan telah menentukan aturannya.



Taman sari dahulu selain sebagai tempat pasiraman (mandi) keluarga kerajaan, juga dijadikan tempat bersantai, rekreasi, hiburan dan meditasi Raja. Didesain sebagai sistem pertahanan yang unik. Oleh karenanya tempat ini juga dilengkapi lorong rahasia untuk berlindung dan menyelamatkan diri. Sementara itu, air ternyata tidak hanya untuk memperindah taman, tetapi juga sebagai senjata rahasia menghindari bahaya saat musuh menyerang, Sultan dan keluarganya dapat melarikan diri melalui lorong bawah tanah yang konon menghubungkan antara Keraton dan Pantai Selatan sesaat kemudian gerbang air akan terbuka sehingga air akan menggenangi musuh hingga tenggelam.



Dibagian sebelah utara terdapat dapur atau Gedong Madaran, dimana tempat tersebut adalah tempat para abdi dalaem memasak menu yang diinginkan Sultan. Nggak jauh dari Gedong Madaran terdapat tempat Sultan bermeditasi, menurut para Guides disitulah Sultan berkomunikasi dengan Nyi Roro Kidul. Namun sayangnya bagian dalam tempat meditasi ini rusak terkena gempa tahun 2007.



Jika tempat ini terawat dengan baik, sebenarnya Taman Sari merupakan salah satu destinasi unggulan Jogyakarta. Terletak tak jauh dari Keraton dan pusat kota, tempat ini merupakan istana air yang digunakan sultan untuk beristirahat dan menyambut tamu. Selain itu, di dalam komplek Taman Sari juga terdapat masjid bawah tanah, masjid yang unik dan menarik. Bayangkan pada tahun 1758 Bangsa Indonesia sudah mampu membangun sebuah bangunan yang multiguna, dengan tembok yang kokoh dan memiliki lorong-lorong yang cantik.



Masjid ini mempunyai bentuk bangunan yang hebat, berbentuk melingkar dan memiliki dua lantai. Lantai bawah digunakan untuk pria dan lantai atas digunakan oleh wanita beribadah. Di setiap lantainya pun terdapat lubang-lubang sebagai tempat berdirinya imam pemimpin salat. Di tengah bangunannya terdapat lima tangga untuk naik ke lantai atasnya, yang bermakna jumlah waktu salat umat Islam. Di bawah tangganya terdapat kolam yang dulu digunakan untuk berwudlu sebelum salat, kini kolam tersebut tidak lagi terisi air. Bentuk bangunannya yang melingkar, menjadikan suara akan bergema di dalam masjid. Ini merupakan teknologi yang digunakan oleh masyarakat pada zaman dulu. Tidak perlu pengeras suara, suara imam akan terdengar oleh semua jemaah.




Jika berkunjung ke kota Jogyakarta, Taman Sari jangan dilewatkan begitu saja, disamping bangunan dan aritekturnya bernilai seni serta sangat bersejarah, didalamnya sangat fenomenal dan eksotis. Apalagi buat sobat yang suka jeprat-jepret nuansa yang kharismatik, di situs inilah tempatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar