Jumat, 11 April 2014

BI-RMS 2

Arsip merupakan salah satu sumber informasi pelaksanaan manajemen Bank Indonesia, ketersediaan arsip yang efektif, efisien, lengkap dan berkualitas merupakan tuntutan yang tidak dapat diabaikan. Arsip-arsip yang telah tercipta maupun yang diterima dari lembaga lain agar tidak hilang maupun rusak informasinya maka perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Artinya perlu adanya sumber daya manusia di bidang kearsipan yang mampu melakukan pengelolaan arsip. Tanpa adanya sumber daya manusia di bidang kearsipan maka pengelolaan arsip tidak akan dapat berjalan dengan baik.


Untuk mencapai tujuan tersebut maka pada tanggal 10 dan 11 April 2014, Departemen Sumber Daya Manusia (DSDM-HCDC) dan Departemen Logistik dan Pengamanan (DLP-Divisi Arsip) bekerjasama menyeelenggarakan In-House Training (IHT) atau pelatihan Manajemen Dokumen Bank Indonesia (MDBI) bagi Pegawai KPw gelombang kedua, di Gedung Thamrin BI-KP.


Acara diikuti oleh Pegawai utusan 20 KPw, dihadiri oleh Pejabat Divisi Arsip KP, Narasumber, dibuka  Kepala Divisi Perencanaan dan Evaluasi Pengembangan SDM dan Perbankan (Sonny Handoko).


Dalam pelatihan ini materi yang disampaikan lebih difokuskan pada sistem kearsipan yang diterapkan di BI yaitu Bank Indonesia Record Management System (BI-RMS). Sistem ini dikembangkan untuk memudahkan proses pengelolaan arsip, yang berbasis web dan terintegrasi (BI-Wide) untuk mendorong tercapainya pengelolaan dokumen yang selektif, efektif dan efisien.


Nantinya jika BI-RMS dudah diaplikasikan maka proses pengelolaan arsip akan menjadi lebih simpel. Antara lain proses entry data, pencarian, pemindahan, penyimpanan, peminjaman, pemantauan peminjaman, penyusutan dan pemusnahan serta laporan volume arsip.


Sistem ini juga terintegrasi dengan system terkait yang ada di Bank Indonesia seperti AMDP, EDMS, Knowledge Link, K-Share, Aplikasi Digitalisasi Dokumen Perbankan dan aplikasi pengelolaan dokumen lainnya. Sesuai dengan sitem satu pintu, penyimpanan berdasarkan klasifikasi masalah, penggunaan berdasarkan kalsifikasi pengamanan akses serta penyusutan berdasarkan jadwal retensi.


Diharapkan setelah pelatihan ini dilakukan Pegawai dapat  memahami hardware dan software BI-RMS, memahami dan mampu menyiapkan sarana prasarana pendukung dalam mengoperasikan BI-RMS. Mengacu pada ketentuan perundang-undangan dan ketentuan intern BI, mengikuti standar sistem arsip nasional dan melibatkan partisipasi satuan kerja dalam menetapkan kebijakan dan pengeloaan dokumen.


Dalam praktek pemberkasan Pegawaipun diharapkan mampu memahami tatacara pemberkasan berdasarkan MDBI, dan mampu melakukan entry dokumen, memahami fungsi dan tugas validasi, mampu mengelola arsip sesuai dengan BI-RMS serta mampu meyusun laporan pengelolaan arsip Bank Indonesia.







Kamis, 10 April 2014

Sok Tahu..!

Rezeki sering datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ya, memang benar. Karena yang namanya rezeki itu misteri. Rezeki bukan hanya berupa materi, tetapi segala hal yang kita dapatkan dan Allah karuniakan adalah rezeki.
Tidak seorang pun bisa menebak rezekinya masing-masing, atau bahkan tahu menahu soal takaran rezeki miliknya. Saat kita mempercayai peramal yang meramalkan akan rezeki kita, sama halnya kita bertanya pada orang bodoh. Bagaimana tidak, rezeki itu misteri. Hanya Allah yang mengetahuinya. Allah itu Maha Tahu, sedangkan manusia itu sok tahu.

Kalau memang peramal tersebut bisa meramalkan rezeki atau nasib orang lain, apakah dia bisa meramalkan nasibnya sendiri? Kalau bisa lalu kenapa mereka tidak kaya-kaya? Hehe
Banyak diantara kita yang mempersempit arti rezeki itu menjadi harta atau materi. Dan banyak pula orang yang berpendidikan tinggi, bergelar, dan bertahta tinggi tapi masih percaya pada tukang ramal untuk diramalkan nasibnya.
Entah itu untuk menjadi public figure, caleg, hingga profesi lainnya. Bagaimana mungkin, manusia yang notabenenya makhluk ciptaan Allah tahu menahu soal masa depannya. Logikanya begini, siapa yang menciptakan FB? Mark Zuckerberg kan? Yang paling tahu soal seluk beluk FB, pastilah penciptanya. Tidak mungkin orang lain. Lalu, apakah kita tidak percaya pada yang menciptakan kita? Sang pencipta akan selalu lebih tahu dan lebih memahami apa yang diciptakannya.
So, jangan pernah merasa sok tahu akan nasib dan rezeki seseorang. Karena bisa jadi saat kita merasa sok tahu seperti itu, secara tidak sadar kita telah mensejajarkan diri kita dengan Tuhan. Yuk, bersyukur.
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,”  AthThalaq: 2-3 (Fazar Firmansyah)


Mental Pemulung

Apa sih yang ada di benak kita ketika mendengar kata pemulung? Sepertinya gak jauh dari lusuh, dekil, kotor, kumel, dan miskin, atau mungkin ada juga yang memberi cap mereka “Maling Jemuran”. Gambaran demikian memang nggak salah, walaupun tidak selamanya benar. Namun dalam realita mereka memang tervisualisasikan demikian.


Gambaran yang kita miliki tersebut sesungguhnya didasari oleh mata fisik, atau bisa disebut mata keduniaan. Karena mata fisik atau mata keduniaan yang kita miliki hanya mampu melihat sampai pada tataran fisik. Ia bisa melihat apa yang tersurat, namun tidak bisa melihat apa yang tersirat. Untuk bisa melihat apa yang tersirat maka kita harus menggunakan mata non-fisik, aku menyebutnya MATA MENTAL. Mata yang mampu membantu kita melihat yang tersirat. Yang mampu melihat jauh lebih dalam menembus dunia fisik. Dengan MATA MAKNA kita akan mampu meraih makna, hikmah, dan pelajaran dari setiap hal yang kita alami.

Kembali lagi ke pemulung. Jika kita hanya menggunakan mata fisik maka kita cenderung memperoleh gambaran ataupun kesimpulan yang cenderung “negative”. Buktinya? Ya seperti tadi. Namun dengan menggunakan mata mental maka kita akan memperoleh gambaran yang positif terhadap pemulung. Lho kok bisa? Bisa dong, kita hanya harus melihat lebih jauh dan lebih dalam terhadap pemulung, mari kita buktikan!
.
Tahukah nggak sih seorang pemulung merupakan pribadi yang memimpin?. Pemimpin itu berasal dalam bahasa inggris berarti “lead” atau “to lead” (koreksi saya kalau salah, hehehe) yang berarti berada di depan, paling dahulu. Pemulung pantas disebut sebagai pribadi yang memimpin karena ia memiliki kebiasaan luar biasa, yakni berikhtiar menjemput rizki di pagi buta. Waktu di saat sebagian besar dari kita masih enak terlelap tidur. Untuk kebiasaan ini mereka pantas mendapatkan predikat etos kerja excellent.

Kerja excellent pemulung bekerja mengais sampah. Melalui proses ini mereka mampu memilah untuk kemudian memilih barang-barang yang berharga di antara gundukan sampah. Mereka mampu melihat dan membedakan antara sesuatu yang berharga/bermanfaat dengan yang tidak. Mereka adalah pribadi yang memiliki kesadaran penuh akan hal-hal yang bermakna bagi kehidupan mereka. Dan mereka tidak segan-segan dan ragu untuk mendapatkannya.

Apa sih yang terjadi ketika seorang pemulung nggak mendapatkan apa yang ia cari di satu tempat sampah? Menyerahkah? Jawabnya: tentu “tidak” !, kita akan mendapati mereka mencari tempat sampah yang lain, gundukan sampah yang lain. Hal ini menunjukkan mereka memiliki salah satu mental sukses, mental pantang menyerah. Yang memberi mereka kekuatan untuk mencari dan mencoba lagi di waktu yang akan datang (masa depan). Bukankah masih banyak dari kita yang begitu mudah menyerah dalam meraih sesuatu ketika kegagalan menghampiri kita?


Mulai sekarang yuk kita lihat segala sesuatunya dengan mata mental. Mata yang menjadikan kita termotivasi untuk Bermental “PEMULUNG”.(Asevy Sobari)

Cantik Itu Putih

Wanita adalah perhiasan dunia. Sebuah pertanda nyata akan keindahan dan kehadiran Tuhan. Seperti pertanda keindahan yang juga tampak pada warna-warni bunga, kecantikan kupu-kupu, keluasan lautan, kemegahan pegunungan, gemericik air terjun hingga hamparan emas padi yang menguning. Siapapun pasti mendamba keindahan dan kecantikan. Demikian pula kaum wanita.

Di negara tropis seperti indonesia banyak yang mengidentikkan cantik itu putih. Hingga banyak perusahaan kosmetik yang mengiming-imingi produk yang bisa memutihkan kulit, mulai kulit wajah, kulit tubuh bahkan hingga kulit ketiak. Semua itu adalah usaha untuk memfasilitasi, meski beberapa menjerumuskan kaum wanita untuk mempercantik dirinya.
Tahukah nggak sih kenapa warna putih diambil sebagai warna yang menggambarkan kecantikan? Karena putih adalah warna yang akan memantulkan dan memendarkan cahaya apapun yang menyinari dirinya. Tak seperti warna hitam yang menyerap cahaya untuk dirinya sendiri. Dari filosofi tersebut jelaslah bagi kita bahwa sebenarnya yang dimaksud cantik itu putih bukanlah melulu mengacu pada putih kulitnya. Namun jauh lebih dalam dan lebih esensial. Yang seharusnya putih adalah hatinya, perilaku kesehariaannya, inderawinya.
Karena hanya hati yang putih yang dapat memendarkan cinta ilahi. Karena hanya hati yang putih yang menghasilkan perilaku menyenangkan dan membahagiakan orang-orang disekitarnya. Karena hanya hati yang putih yang menjadikan diri wanita sebagai perhiasan dunia yang sebenarnya. Perhiasan yang mengindahkan dunia karena budi baiknya. Perhiasan yang mengindahkan dunia dengan perilakunya. Perhiasan yang mengindahkan dunia dengan cinta dan kelembutannya.

Jika ternyata yang dimaksud cantik itu putih bukan semata putih kulitnya, lantas salahkah para wanita yang berlomba memutihkan kulitnya? Mempercantik penampilan fisiknya? Tentu tidak salah jika wanita memahami hakikat dari ‘cantik itu putih’. Karena kecantikan fisik adalah juga media terpancarnya putihnya hati, yang pandai mensyukuri nikmat ilahi atas kecantikan yang dititipkan kepadanya untuk mengindahkan dunia.
Itulah mengapa dalam dunia pelayanan, kecantikan fisik berupa penampilan sangat diperhatikan. Karena ia adalah pintu pertama bagi orang lain, termasuk orang yang dilayaninya, untuk bisa melihat putih hatinya. Kini setelah mengetahui makna sebenarnya dari cantik itu putih, pastikan kita menjaga putihnya hati dan memancarkannya lewat perilaku keseharian yang menyenangkan; tutur kata yang sopan dan membahagiakan; serta wajah yang bersih terawat dan berseri karena senyuman.(Agni S. Mayangasari)



Jumat, 04 April 2014

BI-RMS

Departemen Sumber Daya Manusia (DSDM-HCDC) bekerjasama dengan Departemen Logistik dan Pengamanan (DLP-Divisi Arsip), pada tanggal 3 dan 4 April 20014 menyelenggarakan In House Training (IHT) atau pelatihan “Manajemen Dokumen Bank Indonesia” (MDI) tahap pertama di Gedung Thamrin BI-KP. Pelatihan mengikutsertakan 21 KPw, 20 KPw lainnya akan ikut serta pada IHT tahap 2 tanggal 10 dan 11 April 2014. Sedangkan IHT MDBI untuk Satker Kantor Pusat akan dilaksanakan pada tahap 3, tanggal 24 dan 25 April 2014.


Penyelenggaraan pelatihan MDBI kali ini agak berbeda dengan pelatihan sebelumnya, sebab dalam pelatihan ini lebih difokuskan pada implementasi Bank Indonesia Record Management System (BI-RMS). Yaitu sebuah sistem aplikasi pengarsipan berbasis web yang terintegrasi (BI-Wide) dan mampu mendorong tercapainya sasaran MDBI dalam mewujudkan pengelolaan dokumen yang selektif, efektif dan efisien guna mendukung perencanaan, pengambilan keputusan, pengukuran kinerja, pengawasan, pengendalian dan pertanggungjawaban(akuntabilitas) dalam pelaksanaan prinsip-prinsip good governance. 


 Tujuan pengembangan aplikasi BI-RMS adalah untuk memudahkan proses pengelolaan arsip, antara lain : pencarian arsip, penyusutan arsip, penyimpanan arsip, pemantauan peminjaman arsip, laporan volume arsip, memudahkan pembuatan deskripsi arsip statis, melakukan dengan sistem terkait yaitu AMDP, EDMS, Knowledge Link, K-Share, Aplikasi Digitalisasi Dokumen Perbankan, dan aplikasi pengelolaan dokumen lainnya.


Diharapkan dalam pelatihan ini peserta dapat memahami strategi dan kebijakan MDBI serta sistem pengawasannya,  memahami kegunaan arsip bagi organisasi, memahami tanggungjawab pengelolaan dokumen/arsip BI, memahami petunjuk pelasanaan IKU manjemen implementassi BI-RMS 2014.

Selain itu setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan juga mampu mengoperasikan sistem aplikasi BI-RMS di satuan kerja, mampu menjadi pengelola administrasi BI-RMS, mampu menangani masalah BI-RMS, memahami hardware dan software BI-RMS, mampu menyiapkan prasarana pendukung yang digunakan dalam BI-RMS.


 Dalam praktek BI-RMS, peserta juga nantinya mampu melakukan entry dokumen kedalam BI-RMS, mampu melakukan tatacara pemberkasan termasuk validasi, pelayanan peminjaman, tatacara pemindahan arsip ke Sentral Khazana Arsip (SKA),  tatacara pemusnahan serta mampu menjadi mediasi satker dengan pengelola administrasi BI-RMS di Kantor Pusat.


Dengan adanya sistem BI-RMS ini maka Bank Indonesia sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan dokumennya. Hal ini berdampak pada pengelolaan arsip menjadi lebih mudah dan efisien, karena sudah terintegrasi keseluruh Satuan Kerja. Sehingga Satker juga dapat berpartisipasi aktif dalam penetapan kebijakan dan pengelolaan dokumen, serta menyusun laporan pengelolaan arsip.


 Kedepan pengawasan dan pembinaan MDBI yang dilakukan oleh Unit Kearsipan kantor Pusat akan menjadi lebih simpel, dilakukan paling tidak 2 tahun sekali. Dengan memberikan bantuan konsultasi dan bimbingan teknis pelaksanaan penertiban dokumen, serta penilaian tingkat ketertiban dokumen Satker.






Stempel Kehidupan

Kesuksesan seseorang nggak lepas dari jalan terjal yang pernah dialami dalam hidupnya. Dan setiap orang tentu punya cerita berbeda terhadap apa yang dialaminya.
Seorang sahabat yang kini sukses menjadi entrepreneur menceritakan kepadaku jatah susahnya dahulu sebelum sampai ke titik saat ini. “Dulu setiap menceritakan impian saya, rasa pesimis bahkan hinaan selalu saya terima. Dan itu hampir saya dapati setiap bertemu dengan orang yang saya kenal”.


 Beragam kata dan ungkapan bermunculan seperti, ngaca dulu kamu itu siapa, bondomu iku lho piro, dasar anake wong ra ndue ae macak pengen dadi bos (dasar anak orang tidak punya, bergaya mau jadi bos). “Kata-kata itu yang selalu jadi stempelku,” ujar pria yang tinggal di Lumajang Jawa Timur tersebut.

Selain cemoohan dia juga merasakan banyak teman-teman yang menjauh. “Saya dikucilkan mas,” tukasnya. Melihat situasi yang memang tidak sejalan dengan apa yang diinginkan, dia terus memutar otak. “Saya ganti teman, dan orang-orang yang tersisa saat itu hanyalah yang satu visi dengan saya,” katanya.
Perlahan tapi pasti, prinsip tidak pernah lelah belajar terus memberikan efek positif dalam hidupnya. “Prinsip saya kalau mau bertahan ya harus rajin belajar,”. Belajar yang dia terapkan salah satunya adalah mengikuti seminar dengan beragam tema. Mulai dari publik speaking, marketing, financial dll. Menurutnya ada dua keuntungan yang didapat dengan mengikuti seminar, yaitu mendapat ilmu dan mendapat relasi.
“Saya percaya dengan teori yang saya baca, lima tahun ke depan adalah produk pikiran kita saat ini.”
Dan terbukti, bahkan tidak sampai lima tahun kemudian, kerja keras itu berbuah manis. Usahanya kini kian menggurita. Belasan karyawan dan omset 3,5 miliar perbulan dari beberapa toko elektronik, jabatan konsultan di sebuah radio swasta hingga menjadi pembicara di seminar pengembangan diri, sudah cukup membuktikan bahwa mimpinya di masa lalu bisa diraih dengan kerja keras dan pantang menyerah.
“Menariknya, sekarang orang-orang berbalik arah dan memberi support saya 100 persen,” katanya disaat saya menanyakan respon terhadap orang-orang yang dahulu sempat pesimis terhadapnya. Dan dengan rendah hati dia mengaku tidak merasa dendam karena sejak awal yakin mampu mewujudkan cita-citanya. “Kunci utamanya mas, doa dan dukungan dari ibu dan istri,” ujarnya mantab.
Stempel itu kini telah menjadi identitas berharga. Kelapangan hati dan pantang menyerah telah membuat seseorang yang kukenal beberapa tahun silam, sukses menjadi yang dia impikan. Teruslah berkarya mas dan semoga keberkahan serta ridho Allah selalu menaungi dirimu dan keluarga (Wisnu Priyono).


SMS

Nusantara ini memang kaya sekali ragam kuliner. Bahkan setiap jenis kuliner juga terdapat perbedaanya pada daerah yang berbeda. Misalnya saja sate, ada sate Madura, sate Tegal, sate Hadori(Bandung), sate PSK(Puncak-Bogor), sate Kelinci(Sarangan-Magetan). Tentu masih banyak jenis sate lainnya.

            
Didaerah Minangkabau satenya beda dengan daerah lainnya. Sate di Minangkabau memakai kuah yang lezat abis, disebut Sate Padang. Banyak pedagang sate Padang dimana-mana, tetapi aku rekomendasikan “Sate Mak Syukur” atau "SMS" di daerah Padang Panjang. Sate ini maknyos..nyos..nyos..nyos..

            
Jika aku singgah di Padang Panjang, selalu mencicipi ikon kulinernya Padang Panjang. Sate yang khas dengan kuah kuningnya yang mantap dengan potongan daging, jantung, lidah, gurih dan besar sangat layak dicoba. 

            
Saking terkenalnya sate ini, tamu yang lewat didepannya selalu mampir tak pernah melewatkannya. Bahkan waktu kunjungan kerja kepala negara ke Sumbar, Pak SBY pun tergoda  untuk mencicipi sate ini, foto beliau bersama Bu Ani-pun terpampang disana.

            
Sate SMS terletak di jalan Sutan Syahrir, Silaing Bawah-Padang Panjang. Mencicipi hidangan ini, lebih sedap ditemani kerupuk kulit plus secangkir teh manis. Kalo sekali waktu sempat ke sate Mak Syukur jangan lupa coba kerupuk jangek (krupuk kulit) yang potongannya besar-besar. Dimakan dengan kuahnya, waahh...... nikmat banget. Kerupuk jangek di Sate Mak Syukur ini memang beda dengan kerupuk jangek umumnya.

          
Kelebihan Sate Mak Syukur ini adalah rasanya yang pas di lidah bukan cuma bagi orang Minang tapi juga tamu dari luar, rasa itu nggak pernah berubah dari waktu kewaktu semenjak pengelola generasi  pertama sampai generasi sekarang. Rasa Sate Mak Syukur sudah standarized, pengelolaannya well managed dan produknya well packaged. Uniknya sate ini nggak punya cabang dimanapun, baik di Jakarta maupun di Padang. Jika ada yang menggunakan nama ”Mak Syukur” itu adalah sekedar nama bukan asli dari Padang Panjang.