Rabu, 02 Oktober 2013

Bapak Sakit

          Bapak Sakit, Ini sudah yang keberapa kalinya beliau di Opname di RS Bintaro. Tak kuasa melihatnya. Hari ini pun, aku membersihkan badan bapak, dan berulang-ulang menadahi kencingnya di pispot karena belum dipasang kateter, sampai menyuapi beliau makan. Ini kondisi terlemah yang pernah terjadi dengan bapak. Dalam 48 tahun hidupku, ini pertama kalinya aku mengurusi beliau seperti dulu beliau mengurusku waktu bayi. Selama ini aku sebenarnya juga pengen ngurus bapak tapi karena tugas di  Sumatera selama 13 tahun maka baru sekarang aku bisa ngurus bapak pada saat sakit secara langsung.


          Waktu kecil, bapak sering memandikanku, ngajak renang di kali dikampung nenek di Serang, menggosok gigi bersama, kami makan bersama, jalan-jalan sore, naik sepeda bersama, main layangan.  Nonton orang main tenis di Senayan, tapi tempatnya sekarang dah jadi Plaza Senayan, atau ngeliat orang ngawinin kuda ditanah yang sekarang dah jadi Senayan City. Masa kecilku adalah masa yang penuh dengan kemanjaan. Kemanapun jika bapak suka aku diajaknya berjalan kaki, jaman itu sepeda masih mahal harganya. Karena Bapak cuma seorang Satpam walau kerjanya di Bank Indonesia dengan pangkat pegawai dasar mana mungkin dia bisa beliin aku sepeda. Makan aja tiap hari aku pake telor rebus yang dibelah empat dan dibagi dengan adik2ku. Tapi kalau aku dah capek jalan beliau akan menggendongku. 

          Bapak, Cepat sembuh ya, I Love U Pak, semua karakter mu turun ke anakmu ini.
Agus masih tetap agus dulu, yang keras kepala sepertimu, masih juga anakmu yang nurut tapi manja, dingin, dan individualis sepertimu. Hanya sedikit karakter ibu yang menurun ke Agus, sabar, cerewet, care dan panikan, Bapak harus cepat sembuh dan terus bersemangat ya. I Love U Dad. Berbahagialah di masa tua mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar